Bahkan bila dibandingkan dengan makhluk malaikat sekalipun, derajat manusia itu lebih tinggi. Lalu apa yang menjadikan manusia sebegitu mulia dan tinggi sampai-sampai mengalahkan eksistensi malaikat yang suci itu? Tidak lain karena akal (baca: otak) yang dimiliki manusia. Akal pikiran yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya, termasuk malaikat. Karena akal, manusia menjadi makhluk yang sangat dinamis, progresif, sehingga ditunjuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi. Tanpa otak, kiranya tidak mungkin manusia dipilih sebagai khalifah karena tidak akan bisa mengatur dan memenej kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebegitu pentingnya akal, sehingga nabi pernah bilang tidak beragama seseorang yang tidak berakal.
Namun dalam realitasnya, tidak semua manusia dapat mengoptimalkan kekuatan akal untuk menjadi khalifah dan pemenang di muka bumi ini malah banyak yang menjadi pecundang yang menjatuhkan derajat kemanusiaan. Itu karena banyak di antara manusia yang mengabaikan anugerah akal sehingga terjerumus ke dalam lembah kenistaan karena tidak mampu memelihara perbuatannya.
Jadi, kehebatan dan keterpurukan manusia tergantung sejauhmana ia dapat memanfaatkan potensi akal dengan baik. Bagi yang mampu mengoptimalkan akal dengan baik, dia akan menjadi orang yang sukses di dunia dan di akherat. Dia akan menjadi khalifah bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan, serta bagi bangsanya. Orang-orang model begini yang disabdakan Nabi SAW sebagai orang yang paling baik karena bermanfaat bagi sekitarnya.
Memang sayang, jenis orang seperti ini, masih tergolong sedikit karena jumlahnya tidak lebih dari 1 persen. Meski jumlahnya sedikit, namun orang-orang model begini dapat mewarnai kehidupan dengan baik.
Dan sebaliknya orang yang tidak mendayagunakan akal secara optimal, akan menjadi manusia yang rata-rata, tidak berkembang, pasif, tidak maju, kendur, dan tidak sukses. Jenis orang seperti ini sangat banyak ditemukan di Indonesia bahkan masih menjadi mayoritas hingga saat ini. Lantaran itu tidak mengherankan bila bangsa ini, setidaknya sampai saat ini, masih masuk dalam kategori bangsa berkembang (padahal usia kemerdekaan bangsa sudah 65 tahun) karena tidak memiliki pribadi-pribadi yang handal. Sumber daya manusia kita masih tertinggal jauh dengan negara tetangga seperti Singapura. Bahkan dengan Vietnam pun, kabarnya kita masih kalah.
Padahal sudah jelas-jelas dalam ajaran Islam-ajaran yang mayoritas dianut oleh orang Indonesia ini-mengajarkan spirit perubahan yang ditandai dengan peristiwa hijrah. Ajaran Islam juga mengajarkan bagi pemeluknya untuk terus mencari ilmu meskipun ke negeri China untuk peningkatan SDM. Dalam Islam, kedudukan ilmu juga sangat dijunjung tinggi sebagaimana yang ditegaskan oleh ayat Al Quran bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu.
Tetapi kenapa, kita masih menjadi manusia yang rata-rata? Bisakah kita mengejar ketertinggalan itu dengan lompatan-lompatan yang cepat untuk sebuah perubahan yang lebih baik, baik perubahan nasib diri kita sendiri, keluarga, maupun nasib bangsa ini umumnya?
Jawabannya tentu saja sangat bisa, bisa, dan sangat bisa. Kita bisa menjadi pribadi-pribadi unggul dan bangsa yang maju melebihi bangsa lain di belahan dunia manapun asalkan kita mau berubah, kaya kreatifitas, imajinatif, dan kaya intuitif dengan menanggalkan budaya pasrah yang salah kaprah.
Rasa optimistis itu yang diyakini Ippho ‘Right’ Santosa dalam buku terbarunya ini, 7 Keajaiban Rezeki (Rezeki Bertambah, Nasib Berubah dalam 99 Hari, dengan Otak Kanan). Bagi Ippho, tidak ada yang mustahil di dunia ini, termasuk mengejar ketertinggalan dan meraih sukses dengan sangat cepat. Semuanya dapat diraih kalau direncanakan dengan baik. Kesuksesan tidak sertamerta datang dari langit sebagai pemberian Tuhan. Kesuksesan harus diperjuangkan karena Tuhan hanya akan memberikan kesuksesan kepada orang-orang yang bertawakal.
PINTU KESUKSESAN
Salah satu cara untuk membuka pintu kesuksesan dengan cara cepat menurut Ippho adalah mengoptimalkan otak kanan yang selama ini tidak diberi kesempatan untuk dominan. Kelemahan kita yang juga berarti kelemahan SDM bangsa ini, kata Ippho, karena meninabobokan otak kanan dan memanjakan otak kiri. Padahal kalau mau maju, mau sukses dalam waktu yang cepat, dan menjadi manusia di atas rata-rata hanya dalam waktu 99 hari, caranya sangat mudah, tidak perlu biaya tinggi. Kita cuma harus pintar-pintar mengasah dan memaksimalkan otak kanan. Caranya? Mudah dipahami, otak kanan adalah mata air yang mengalirkan anak-anak sungai yang bernama kreativitas, intuisi, dan imajinasi. Tidak dapat dielakkan untuk menjadi lebih kreatif, imajinatif, dan intuitif, maka harus membersihkan mata airnya, dengan kata lain harus mengasah otak kanan (hlm 71).
Jadi, jadilah golongan kanan. Golongan kanan yang dimaksud Ippho sama sekali bukan dalam arti ideologis, tapi golongan kanan yang dimaksud Ippho adalah mereka yang kuat otak kanannya. Kata Ippho, kalau kita berhasil menjadi golongan kanan yang tulen, niscaya akan menjadi sebutir batu permata di tengah gundukan batu kerikil (hlm 72-73). Itu artinya golongan kanan dapat menjadi pemimpin yang memimpin bawahan yakni golongan kiri (mereka yang kuat otak kirinya) yang memang senantiasa ingin menjadi bawahan, tidak inovatif, dan tidak visioner.
Golongan kanan memandang segala sesuatu dalam perspektif yang optimistis, percaya diri, dan penuh keyakinan. Sebab bagi golongan kanan, tidak ada yang mustahil di dunia ini asal dilakoni dengan keyakinan kepada Tuhan. Memiliki perspektif optimistis ini yang membuat golongan kanan sangat siap menjadi khalifah baik dalam skala kecil (keluarga) maupun dalam skala global (nasional dan dunia internasional). Banyak contoh yang diuraikan Ippho dalam buku ini, orang-orang golongan kanan yang sukses berbisnis hingga mencapai omset miliaran, sukses memimpin, dan sukses dalam karier.
Ubahlah kebiasaan dengan mengoptimalkan otak kanan dari sekarang untuk menemukan berbagai lompatan-lompatan diluar perkiraan kita. Ya, sukses, ya kaya, ya menjadi manusia di atas rata-rata, tidak gampang menyerah, berani menghadapi risiko, supel, dan mudah berkomunikasi. Bukankah hal-hal itu juga yang diajarkan ajaran Islam bahwa jadilah umat yang tangguh di manapun?
Buku 7 Keajaiban Rezeki ini adalah salah satu buku motivasi yang ditulis oleh motivator sekaligus marketer. Kehadiran buku ini ingin menegaskan tentang kedahsyatan otak kanan untuk menggugah kesadaran kita.
Lazimnya buku motivasi, buku ini juga banyak mengupas mengenai kiat-kiat sukses meraih impian di usia muda. Untuk meyakinkan pembaca, Ippho menuliskan beberapa profil orang-orang sukses di berbagai bidang. Kelebihan buku ini ditulis dengan bahasa yang renyah, dialogis, tidak ribet, sistematis, sehingga mudah dicerna maksudnya oleh para calon pemenang. Cerita dari bab per bab sangat berbobot lantaran nilai motivasinya sangat kuat yang mengajak pembaca-sebagai calon pemenang itu-untuk memetakan mimpi, merencanakan mimpi, sekaligus mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. Ya, benar-benar nyata bukan lagi sekadar mimpi dan cita-cita. Inilah kitab yang ditulis oleh motivator muda yang membuka jalan kita untuk dapat menyingkap hijab kesuksesan. Anda mau sukses dan menjadi manusia di atas rata-rata? Tunggu apa lagi, asah otak kanan. (*)
Jumat, 25 Mei 2012
Susah Cari Kerja, Baca Solusi Ini
Jaman sekarang ini banyak orang bilang cari kerja susah. Sarjana aja susah cari kerja, apalagi yang cuma lulusan SMA, apalagi yang nggak tamat SMA, dan seterusnya….
Sebenernya itu yang bilang susah itu adalah diri kita sendiri. Buktinya disisi lain HRD-HRD perusahaan malah kesusahan cari kayawan, untuk ditempatkan di posisi-posisi yang kosong di perusahaannya.
Di koran dan website-website lowongan kerja, buktinya nggak pernah sepi dengan yang namanya lowongan pekerjaan. Nah artinya itu, cari kerjaan sigh gampang, tapi yang nggak gampang adalah mencari pekerjaan sesuai yang kita idamkan.
Banyak orang-orang sekarang ini yang pengen cara instan untuk meraih kerjaan yang diimpikan. Begitu lulus kuliah, pengennya langsung jadi manager aja nih…
Please deh… kadang manusia emang senengannya liat yang enaknya aja. Gw kasih tau ya bapak-bapak, ibu-ibu pembaca blog ini…. kesuksesan orang yang kita lihat itu adalah 10 % dari proses menuju sukses. Yang 90% adalah tahapan-tahapan menuju sukses, bagaimana membanting tulang, dan bekerja keras serta tak kenal lelah untuk menuju kesuksesan. Tapi kadang orang malah tidak peduli dengan yang 90% itu.
Lowongan kerja banyak, tapi kitanya aja yang pilih-pilih. Kita nggak mau jadi marketinglah, kita ga mau jadi OB lah, kita nggak mau kerja yang gajinya dibawah 1 jutalah, dan macam-macam alasan lain.
Jadi Jangan bilang cari kerja itu susah, tapi kita usaha aja mendapat kerja sesuai yang kita inginkan, meskipun mengawalinya dengan pekerjaan yang tidak ada di impian kita.
Oke guys… buat para pencari kerja, semangatlah terus!! Dan jangan tinggalkan Tuhan dalam impian kita, karena Dialah yang juga akan berperan menuntun kita menuju sukses impian….
Mulai sekarang teriakkan : SEMANGATTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!!!!!
Sebenernya itu yang bilang susah itu adalah diri kita sendiri. Buktinya disisi lain HRD-HRD perusahaan malah kesusahan cari kayawan, untuk ditempatkan di posisi-posisi yang kosong di perusahaannya.
Di koran dan website-website lowongan kerja, buktinya nggak pernah sepi dengan yang namanya lowongan pekerjaan. Nah artinya itu, cari kerjaan sigh gampang, tapi yang nggak gampang adalah mencari pekerjaan sesuai yang kita idamkan.
Banyak orang-orang sekarang ini yang pengen cara instan untuk meraih kerjaan yang diimpikan. Begitu lulus kuliah, pengennya langsung jadi manager aja nih…
Please deh… kadang manusia emang senengannya liat yang enaknya aja. Gw kasih tau ya bapak-bapak, ibu-ibu pembaca blog ini…. kesuksesan orang yang kita lihat itu adalah 10 % dari proses menuju sukses. Yang 90% adalah tahapan-tahapan menuju sukses, bagaimana membanting tulang, dan bekerja keras serta tak kenal lelah untuk menuju kesuksesan. Tapi kadang orang malah tidak peduli dengan yang 90% itu.
Lowongan kerja banyak, tapi kitanya aja yang pilih-pilih. Kita nggak mau jadi marketinglah, kita ga mau jadi OB lah, kita nggak mau kerja yang gajinya dibawah 1 jutalah, dan macam-macam alasan lain.
Jadi Jangan bilang cari kerja itu susah, tapi kita usaha aja mendapat kerja sesuai yang kita inginkan, meskipun mengawalinya dengan pekerjaan yang tidak ada di impian kita.
Oke guys… buat para pencari kerja, semangatlah terus!! Dan jangan tinggalkan Tuhan dalam impian kita, karena Dialah yang juga akan berperan menuntun kita menuju sukses impian….
Mulai sekarang teriakkan : SEMANGATTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!!!!!
Faktor Keberhasilan dan Kegagalan Wirausaha
Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir, 27 – 28)
- Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut
- Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
- Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik dibanding sebelumnya.
- Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
- Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
- Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya. baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
- Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.
- Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada : para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.
Dari analisis pengalaman di lapangan, ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat berhasil dapat dirangkum dalam tiga sikap, yaitu :
- Jujur dalam arti berani untuk mengemukakan kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan, dan mau melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini diperlukan karena dengan sikap tersebut cenderung akan membuat pembeli mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengusaha sehingga mau dengan rela untuk menjadi pelanggan dalam jangka waktu panjang ke depan
- Mempunyai tujuan jangka panjang dalam arti mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkembangan akhir dari usaha yang dilaksanakan. Hal ini untuk dapat memberikan motivasi yang besar kepada pelaku wirausaha untuk dapat melakukan kerja walaupun pada saat yang bersamaan hasil yang diharapkan masih juga belum dapat diperoleh.
- Selalu taat berdoa yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. Dalam bahasa lain, dapat dikemukakan bahwa ”manusia yang berusaha, tetapi Tuhan-lah yang menentukan !” dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita.
Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan, kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu :
- knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
- knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.
- having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
- having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
- managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.
- managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
- managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan / memotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
- statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
- knowing Hozu to Compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
- copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 – 139)
Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma, 106 – 109), terdiri atas :
- mau kerja keras (capacity for hard work)
- bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
- penampilan yang baik (good appearance)
- yakin (self confidence)
- pandai membuat keputusan (making sound decision)
- mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
- ambisi untuk maju (ambition drive)
- pandai berkomunikasi (ability to communicate)
Bingung Mau Usaha Apa? Temukan Solusi Disini
Sepertinya normal bagi seorang karyawan (yang sudah enak terima gaji tiap bulannya) mengalami kebingungan dan ketakutan saat ingin merintis usaha sendiri. Itupun saya alami. Dan kasus seperti itupun sering saya baca di beberapa milis dan rubrik konsultasi bisnis.
Banyak yang menyarankan untuk langsung terjun saja, langsung nyebur saja. Bahasa keren-nya langsung take action saja. Lha gimana mau langsung terjun kalau masih bingung dan takut? Mungkin bisa, bagi yang punya jiwa petualang. Tapi bagaimana bagi yang sudah terbiasa cari aman dan kenyamanan?
Mengatasi rasa bingung dan takut memang gampang-gampang susah. Kalau mau mencari teknik yang paten sudah banyak sekali ditemukan. Misalnya NLP, hypnoterapi, psycho cybernetic, teknik affirmasi, dll
Saya tidak bermaksud membahas teknik-teknik diatas. Saya cuma ingin berbagi pengalaman saya bagaimana saya yang semula takut dan ragu-ragu memulai bisnis, bisa menjadi berani memulainya.
Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Ide atau keingingan untuk mempunyai usaha sendiri sudah lama muncul. Dan ide jenis usaha yang ingin dicoba pun banyak bermunculan. Dari usaha RM Padang, Pakan Ternak, Voucher HP, ambil franchise dll, semuanya hanya ide dan tidak juga terlaksana. Dan sayapun mendapat julukan NATO (No Action Talk Only).
Sampai kemudian saya coba merefleksikan masa lalu saya. Dulu, tidak terbayang bagi saya untuk bisa kuliah, karena kehidupan keluarga yang pas-pasan. Tapi alhamdulillah saya bisa kuliah di salah satu perguruan tinggi favorit dengan bea siswa. Dulu saya merasa nggak mungkin punya rumah sendiri di sekitar Jabotabek. Dan Alhamdulillah saya bisa membelinya, walaupun akhirnya harus saya jual lagi. Dan masih banyak kejadian yang semula saya anggap tidak mungkin, bisa menjadi kenyataan.
Belajar dari pengalaman itulah saya coba terapkan untuk mewujudkan keinginan saya untuk punya usaha sendiri.
Segalanya berawal dari PIKIRAN dan MENTAL. Itulah yang saya temukan dari perjalanan hidup saya. Pada saat saya ingin kuliah, maka setiap hari pikiran saya isi dengan segala hal tentang kuliah : memilih-milih universitas, jurusan pilihan, bea siswa, berdoa agar bisa kuliah dll. Begitu juga ketika ingin punya rumah, setiap hari baca iklan rumah, datang ke pameran perumahan, kumpulin brosur real estate dll.
Dengan mengawali dari PIKIRAN maka tindakan berikutnya akan terarah menuju terwujudnya keinginan. Cepat atau lambat, kita akan menemukan jalan yang akan mendekatkan pada tujuan. Dan puncaknya kita akan mendapatkan momentum untuk mewujudkan impian kita.
Saya juga sering membaca buku-buku motivasi. Dan ternyata jalan yang saya tempuh, cocok / mirip / persis dengan resep-resep atau jurus-jurus yang ditawarkan dalam buku-buku tersebut. Yaitu diawali dengan mengubah pikiran dan selanjutnya keyakinan-pun ikut berubah, tindakan kitapun berubah, sampai akhirnya “nasib” kita berubah.
Mungkin ini merupakan salah satu hukum alam. Artinya siapapun akan mendapatkan AKIBAT yang sama kalau memiliki SEBAB-SEBAB yang sama (atau Hukum SEBAB-AKIBAT).
Demikian pula ketika saya ingin punya usaha / bisnis sendiri. Awalnya saya tidak konsisten untuk terus memikirkan tentang buka usaha sendiri. Sehingga pikiran melompat-lompat. Kadang pingin punya RM Padang, kadang pingin buka warnet, kadang pingin ikutan jualan burger dll. Dan lebih seringnya sich LUPA dan tidak memikirkan untuk buka usaha sendiri, malah keasyikan dengan pekerjaan di kantor.
Kemudian ketika saya berkomitmen untuk segera punya usaha sendiri, saya coba terapkan pola yang sama seperti diatas. Pikiran difokuskan tentang bagaimana memulai usaha. Buku-buku kewirahusahaan kembali saya baca, sering-sering browsing artikel tentang enterpreneurship, ikut milis bisnis, ngobrol dengan teman yang sudah punya usaha, pulang-pergi ke kantor tengak-tengok usaha orang lain, melihat-lihat peluang, dll.
Dari bangun tidur sampai tidur lagi yang dipikirkan : bagaimana memulai usaha dan usaha apa yang bisa segera dijalankan. Bahkan kalau perlu mimpi-pun tentang memiliki usaha sendiri.
Akhirnya momentum yang diinginkan-pun datang. Saat diskusi dengan istri untuk buka usaha penjualan jilbab dan keputusan diambil dengan bulat, maka selanjutnya momentum-momentum yang lainpun bergulir. Dan hampir-hampir tidak percaya, usaha yang saya inginkan bisa terwujud dan mulai berjalan pada tanggal 14 September 2006.
Saya sangat suka dengan istilah yang digunakan dalam sebuah buku motivasi, bahwa tindakan yang diambil dengan model tersebut sering diistilahkan dengan “Inspired Action“. Yaitu tindakan-tindakan yang didasarkan pada inspirasi (buah dari kerja pikiran) tidak semata-mata didasarkan pada keinginan dan ikut-ikutan trend. Sebab inspirasi biasanya akan datang ketika kita sering memikirkan tentang suatu solusi.
Nah bagi yang saat ini masih bingung, ragu-ragu, dan takut untuk memulai usaha, mulailah benahi pikiran dan mentalnya. InsyaAlloh cepat atau lambat akan sampai saatnya anda memiliki usaha sendiri. Usahakan dapatkan inspired action tersebut.
Kesimpulannya : Ubahlah pikiran maka segalanya akan berubah.
Banyak yang menyarankan untuk langsung terjun saja, langsung nyebur saja. Bahasa keren-nya langsung take action saja. Lha gimana mau langsung terjun kalau masih bingung dan takut? Mungkin bisa, bagi yang punya jiwa petualang. Tapi bagaimana bagi yang sudah terbiasa cari aman dan kenyamanan?
Mengatasi rasa bingung dan takut memang gampang-gampang susah. Kalau mau mencari teknik yang paten sudah banyak sekali ditemukan. Misalnya NLP, hypnoterapi, psycho cybernetic, teknik affirmasi, dll
Saya tidak bermaksud membahas teknik-teknik diatas. Saya cuma ingin berbagi pengalaman saya bagaimana saya yang semula takut dan ragu-ragu memulai bisnis, bisa menjadi berani memulainya.
Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Ide atau keingingan untuk mempunyai usaha sendiri sudah lama muncul. Dan ide jenis usaha yang ingin dicoba pun banyak bermunculan. Dari usaha RM Padang, Pakan Ternak, Voucher HP, ambil franchise dll, semuanya hanya ide dan tidak juga terlaksana. Dan sayapun mendapat julukan NATO (No Action Talk Only).
Sampai kemudian saya coba merefleksikan masa lalu saya. Dulu, tidak terbayang bagi saya untuk bisa kuliah, karena kehidupan keluarga yang pas-pasan. Tapi alhamdulillah saya bisa kuliah di salah satu perguruan tinggi favorit dengan bea siswa. Dulu saya merasa nggak mungkin punya rumah sendiri di sekitar Jabotabek. Dan Alhamdulillah saya bisa membelinya, walaupun akhirnya harus saya jual lagi. Dan masih banyak kejadian yang semula saya anggap tidak mungkin, bisa menjadi kenyataan.
Belajar dari pengalaman itulah saya coba terapkan untuk mewujudkan keinginan saya untuk punya usaha sendiri.
Segalanya berawal dari PIKIRAN dan MENTAL. Itulah yang saya temukan dari perjalanan hidup saya. Pada saat saya ingin kuliah, maka setiap hari pikiran saya isi dengan segala hal tentang kuliah : memilih-milih universitas, jurusan pilihan, bea siswa, berdoa agar bisa kuliah dll. Begitu juga ketika ingin punya rumah, setiap hari baca iklan rumah, datang ke pameran perumahan, kumpulin brosur real estate dll.
Dengan mengawali dari PIKIRAN maka tindakan berikutnya akan terarah menuju terwujudnya keinginan. Cepat atau lambat, kita akan menemukan jalan yang akan mendekatkan pada tujuan. Dan puncaknya kita akan mendapatkan momentum untuk mewujudkan impian kita.
Saya juga sering membaca buku-buku motivasi. Dan ternyata jalan yang saya tempuh, cocok / mirip / persis dengan resep-resep atau jurus-jurus yang ditawarkan dalam buku-buku tersebut. Yaitu diawali dengan mengubah pikiran dan selanjutnya keyakinan-pun ikut berubah, tindakan kitapun berubah, sampai akhirnya “nasib” kita berubah.
Mungkin ini merupakan salah satu hukum alam. Artinya siapapun akan mendapatkan AKIBAT yang sama kalau memiliki SEBAB-SEBAB yang sama (atau Hukum SEBAB-AKIBAT).
Demikian pula ketika saya ingin punya usaha / bisnis sendiri. Awalnya saya tidak konsisten untuk terus memikirkan tentang buka usaha sendiri. Sehingga pikiran melompat-lompat. Kadang pingin punya RM Padang, kadang pingin buka warnet, kadang pingin ikutan jualan burger dll. Dan lebih seringnya sich LUPA dan tidak memikirkan untuk buka usaha sendiri, malah keasyikan dengan pekerjaan di kantor.
Kemudian ketika saya berkomitmen untuk segera punya usaha sendiri, saya coba terapkan pola yang sama seperti diatas. Pikiran difokuskan tentang bagaimana memulai usaha. Buku-buku kewirahusahaan kembali saya baca, sering-sering browsing artikel tentang enterpreneurship, ikut milis bisnis, ngobrol dengan teman yang sudah punya usaha, pulang-pergi ke kantor tengak-tengok usaha orang lain, melihat-lihat peluang, dll.
Dari bangun tidur sampai tidur lagi yang dipikirkan : bagaimana memulai usaha dan usaha apa yang bisa segera dijalankan. Bahkan kalau perlu mimpi-pun tentang memiliki usaha sendiri.
Akhirnya momentum yang diinginkan-pun datang. Saat diskusi dengan istri untuk buka usaha penjualan jilbab dan keputusan diambil dengan bulat, maka selanjutnya momentum-momentum yang lainpun bergulir. Dan hampir-hampir tidak percaya, usaha yang saya inginkan bisa terwujud dan mulai berjalan pada tanggal 14 September 2006.
Saya sangat suka dengan istilah yang digunakan dalam sebuah buku motivasi, bahwa tindakan yang diambil dengan model tersebut sering diistilahkan dengan “Inspired Action“. Yaitu tindakan-tindakan yang didasarkan pada inspirasi (buah dari kerja pikiran) tidak semata-mata didasarkan pada keinginan dan ikut-ikutan trend. Sebab inspirasi biasanya akan datang ketika kita sering memikirkan tentang suatu solusi.
Nah bagi yang saat ini masih bingung, ragu-ragu, dan takut untuk memulai usaha, mulailah benahi pikiran dan mentalnya. InsyaAlloh cepat atau lambat akan sampai saatnya anda memiliki usaha sendiri. Usahakan dapatkan inspired action tersebut.
Kesimpulannya : Ubahlah pikiran maka segalanya akan berubah.
Kamis, 24 Mei 2012
Langkah Memulai Usaha Yang Perlu Diketahui
Apabila anda ingin memulai suatu usaha, tidak ada salahnya mengikuti delapan langkah berikut ini :
MENGETAHUI / MENGENALI DIRI ANDA SENDIRI
“Corak/Sifat-sifat Keberhasilan” berikut ini kelihatannya banyak ditemukan pada diri para wirausahawan yang berhasil:
Orang yg memulai sendiri ? Pekerja keras
Berorientasi pada orang ? Berani atau tidak ragu dlm membuat keputusan
Pemimpin ? Terpercaya, kata-katanya dapat dipegang
Menikmati tanggungjawab ? Tekun/ulet
Terorganisir/ teratur ? Sehat
Disamping itu hal-hal berikut ini akan berpengaruh terhadap usaha apapun yang anda jalankan
Pengalaman kerja pada masa lalu tentunya akan menentukan jenis usaha yang akan dimulainya.
Menjalankan usaha adalah lebih mudah jika anda sudah kenal dengan produk atau jasa, dan industrinya.
Memulai usaha-baru jauh lebih rumit kala anda mencoba untuk melakukan keduanya pada saat yang bersamaan (cari pengalaman dan mencari tahu tentang produk).
MERENCANAKAN
Suatu rencana usaha yang baik merupakan garansi untuk keberhasilan. Menurut beberapa survei, perencanaan yang benar merupakan faktor penentu utama bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan suatu usaha.
Rencana usaha itu dibuat karena tiga alasan mendasar:
1. untuk menentukan kelayakan,
2. untuk menyediakan dokumen tertulis,
3. dan untuk membimbing penanganan usaha yang sesungguhnya.
Sebuah rencana usaha harus mendokumentasikan aspek-aspek usaha seperti pemasaran, pengorganisasian, dan keuangan.
Anda harus merencanakan pemulaian suatu usaha untuk menentukan apakah perusahaannya akan mendapatkan keuntungan atau kerugian — di atas kertas — sebelum ia berhenti dari pekerjaannya (pada saat ini), mengambil kredit modal untuk kedua kalinya dengan menjadikan rumahnya sebagai jaminan/agunan, dan membuat komitmen dengan (meyakinkan) sanak-keluarga dan kerabat tentang kemungkinan resiko dan keuntungannya.
Andalah yang harus menentukan berapa besar jumlah modal yang diperlukan untuk memulai dan menjalankan usaha sampai usaha tersebut dapat membiayai dirinya (mandiri).
Klien juga harus secara ketat menguji kebutuhan keuangan dirinya sendiri, karena kebanyakan usaha baru pada masa-masa awalnya tidak dapat menggaji pemiliknya.
Pemberi pinjaman (bank) dan penanam modal berharap untuk dapat melihat suatu rencana usaha. Suatu rencana resmi yang tertulis akan menunjukkan kepada mereka bahwa klien telah melakukan “pekerjaan rumahnya” dan telah mengembangkan gagasan usaha yang dapat dilaksanakan.
PENDANAAN
Langkah berikutnya yang harus diayunkan oleh klien adalah bagaimana mencari atau mendapatkan dana untuk modal.
Pertama ia mungkin harus bersedia untuk mengorbankan tabungan pribadinya, dan menggunakan harta milik pribadi sebagai jaminan untuk pinjam uang.
Para penyedia pinjaman dan penanam modal biasanya akan mensyaratkan “(dokumen-dokumen) keabsahan” sebagai berikut:
Tekat/komitmen atas keuangan pribadi yang terbesar,
Pendapatan dari usaha cukup untuk membayar hutang/pinjaman;
Agunan dalam jumlah yang setara (bahkan seringkali lebih besar) dengan nilai pinjaman; dan
Pengalaman klien dalam mengelola usaha dari jenis yang sama/serupa.
HAL-HAL LEGAL (UU, Peraturan, Ijin, dsb)
Anda sepatutnya memperoleh saran dari seorang ahli hukum, agen asuransi, dan akuntan sebelum memutuskan tentang apakah usahanya akan hanya dimiliki sendiri (sole proprietorship), menjalin kemitraan (partnership), atau dalam bentuk perseroan (incorporation).
Penyingkapan terhadap pertanggungjawaban mungkin merupakan pertimbangan yang paling penting dalam memilih bentuk badan hukum perusahaan.
Jika klien akan punya penanam modal, bentuk perseroan sepertinya akan lebih tepat.
PENYIMPANAN CATATAN (Pemeliharaan dari Rekaman) *)
*) Sering disebut sebagai Pembukuan dalam hal-hal yang berkait dengan keuangan
Suatu sistem penyimpanan catatan/data atau sistem pembukuan keuangan yang baik adalah penting untuk menyediakan/memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemerintah, penanam modal, dan peminjam uang (bank). Catatan atau rekaman amat sangat penting untuk tujuan perencanaan dan pengawasan. Klien harus tahu berapa banyak uang yang dihasilkan, apa saja pengeluaran yang dilakukan, adakah keuntungan atau kerugian, siapa saja yang berhutang kepada usaha ini, dan kepada siapa saja usaha ini berhutang. Semua pertanyaan ini dapat dijawab dengan sistem pemeliharaan atau penyimpanan catatan atau data (keuangan) yang baik. Catatan atau rekaman atau pembukuan yang harus dimiliki oleh suatu usaha yang baru meliputi:
Buku Register Cheque yang menunjukkan setiap cheque yang dikeluarkan, tanggal dan jumlah uang pada cheque, penerima check, dan uraian singkat tentang jenis pengeluaran.
Jurnal Penerimaan Kas yang memperlihatkan uang yang diterima atau masuk, tanggal penerimaan, jumlah uang yang diterima, nama pembayar, dan uraian jenis penerimaan.
Buku Besar Rekening yang Harus Diterima (Accounts receivable ledger), atau Buku Besar Piutang, yang mendaftarkan uang-uang yang masih belum diterima, yang merupakan kewajiban dari pelanggan anda untuk membayarnya kepada perusahaan anda.
Buku Besar Rekening yang Harus Dibayarkan (Accounts payable ledger), atau Buku Besar Hutang, yang mencatat tagihan-tagihan yang masih belum dibayar oleh perusahaan anda kepada penyedia jasa atau barang (vendors).
Jurnal penggajian/pengupahan yang digunakan untuk menelusuri pembayaran atau penggajihan kepada karyawan dan ini mencakup hal-hal seperti pendapatan kotor dan pendapatan bersih, pajak pendapatan perorangan, dan berbagai macam potongan gaji lainnya, dan
Buku Besar Pengendalian Inventaris (Inventory control ledger) yang mencatat inventaris yang dibeli, inventaris yang dijual, dan inventaris yang masih ada. Buku Besar Inventaris ini hanya cocok yang memiliki inventaris dalam jumlah besar.
ASURANSI
Anda harus memastikan diri bahwa ia mempunyai semua cakupan (coverage) asuransi sebelum membuka suatu usaha. Anda harus berbicara dengan agen asuransi tentang perlindungan atas harta milik/kekayaan, hutang/pertanggungjawaban, kompensasi untuk karyawan, kendaraan, gangguan usaha, kesehatan, dan asuransi jiwa. Klien harus memperoleh “penawaran” dari beberapa agen asuransi, baru kemudian membeli asuransi dari satu agen saja. Hal ini akan memungkinkan klien memperoleh layanan atau jasa yang lebih baik. Semua polis asuransi harus ditinjau setiap tahun — sejalan dengan pertumbuhan usaha, maka kebutuhan asuransipun akan meningkat.
PERPAJAKAN
Klien harus mulai mengayunkan langkah kanan dengan mempelajari apa saja yang disyaratkan atau dituntut. Mereka harus menghadiri berbagai seminar dan lokakarya serta berjumpa dengan seorang akuntan. Klien mungkin perlu mendaftarkan diri dan usahanya pada beberapa instansi pemerintah pusat atau daerah.
MENCARI PERTOLONGAN / BANTUAN
Mereka harus membuat “tim penasehat yang profesional” , terdiri dari konselor usaha dari KKB, penasehat hukum, bankir, dan agen asuransi.
Pemilik usaha yang berhasil seringkali mendapat bimbingan dari wirausahawan yang berhasil yang dijumpainya pada pertemuan Kamar Dagang (Indonesia) dan dengan organisasi usaha terkait lainnya. Jika anda akan meminta nasihat dan akan mendengarkannya, peluang keberhasilan akan semakin meningkat/luas.
Sebagai penutup, siapa yang gagal dalam merencanakan, maka rencanakanlah untuk gagal. Siapa yang gagal bersiap diri, maka siapkanlah diri anda untuk gagal (those who fail to plan, plan to fail). Klien harus meluangkan waktu untuk membuat rencana usahanya dan belajar sebanyak mungkin sebelum membuat keputusan besar seperti itu. Hanya dengan begitulah maka impian untuk memiliki usaha akan menjadi kenyataan.
MENGETAHUI / MENGENALI DIRI ANDA SENDIRI
“Corak/Sifat-sifat Keberhasilan” berikut ini kelihatannya banyak ditemukan pada diri para wirausahawan yang berhasil:
Orang yg memulai sendiri ? Pekerja keras
Berorientasi pada orang ? Berani atau tidak ragu dlm membuat keputusan
Pemimpin ? Terpercaya, kata-katanya dapat dipegang
Menikmati tanggungjawab ? Tekun/ulet
Terorganisir/ teratur ? Sehat
Disamping itu hal-hal berikut ini akan berpengaruh terhadap usaha apapun yang anda jalankan
Pengalaman kerja pada masa lalu tentunya akan menentukan jenis usaha yang akan dimulainya.
Menjalankan usaha adalah lebih mudah jika anda sudah kenal dengan produk atau jasa, dan industrinya.
Memulai usaha-baru jauh lebih rumit kala anda mencoba untuk melakukan keduanya pada saat yang bersamaan (cari pengalaman dan mencari tahu tentang produk).
MERENCANAKAN
Suatu rencana usaha yang baik merupakan garansi untuk keberhasilan. Menurut beberapa survei, perencanaan yang benar merupakan faktor penentu utama bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan suatu usaha.
Rencana usaha itu dibuat karena tiga alasan mendasar:
1. untuk menentukan kelayakan,
2. untuk menyediakan dokumen tertulis,
3. dan untuk membimbing penanganan usaha yang sesungguhnya.
Sebuah rencana usaha harus mendokumentasikan aspek-aspek usaha seperti pemasaran, pengorganisasian, dan keuangan.
Anda harus merencanakan pemulaian suatu usaha untuk menentukan apakah perusahaannya akan mendapatkan keuntungan atau kerugian — di atas kertas — sebelum ia berhenti dari pekerjaannya (pada saat ini), mengambil kredit modal untuk kedua kalinya dengan menjadikan rumahnya sebagai jaminan/agunan, dan membuat komitmen dengan (meyakinkan) sanak-keluarga dan kerabat tentang kemungkinan resiko dan keuntungannya.
Andalah yang harus menentukan berapa besar jumlah modal yang diperlukan untuk memulai dan menjalankan usaha sampai usaha tersebut dapat membiayai dirinya (mandiri).
Klien juga harus secara ketat menguji kebutuhan keuangan dirinya sendiri, karena kebanyakan usaha baru pada masa-masa awalnya tidak dapat menggaji pemiliknya.
Pemberi pinjaman (bank) dan penanam modal berharap untuk dapat melihat suatu rencana usaha. Suatu rencana resmi yang tertulis akan menunjukkan kepada mereka bahwa klien telah melakukan “pekerjaan rumahnya” dan telah mengembangkan gagasan usaha yang dapat dilaksanakan.
PENDANAAN
Langkah berikutnya yang harus diayunkan oleh klien adalah bagaimana mencari atau mendapatkan dana untuk modal.
Pertama ia mungkin harus bersedia untuk mengorbankan tabungan pribadinya, dan menggunakan harta milik pribadi sebagai jaminan untuk pinjam uang.
Para penyedia pinjaman dan penanam modal biasanya akan mensyaratkan “(dokumen-dokumen) keabsahan” sebagai berikut:
Tekat/komitmen atas keuangan pribadi yang terbesar,
Pendapatan dari usaha cukup untuk membayar hutang/pinjaman;
Agunan dalam jumlah yang setara (bahkan seringkali lebih besar) dengan nilai pinjaman; dan
Pengalaman klien dalam mengelola usaha dari jenis yang sama/serupa.
HAL-HAL LEGAL (UU, Peraturan, Ijin, dsb)
Anda sepatutnya memperoleh saran dari seorang ahli hukum, agen asuransi, dan akuntan sebelum memutuskan tentang apakah usahanya akan hanya dimiliki sendiri (sole proprietorship), menjalin kemitraan (partnership), atau dalam bentuk perseroan (incorporation).
Penyingkapan terhadap pertanggungjawaban mungkin merupakan pertimbangan yang paling penting dalam memilih bentuk badan hukum perusahaan.
Jika klien akan punya penanam modal, bentuk perseroan sepertinya akan lebih tepat.
PENYIMPANAN CATATAN (Pemeliharaan dari Rekaman) *)
*) Sering disebut sebagai Pembukuan dalam hal-hal yang berkait dengan keuangan
Suatu sistem penyimpanan catatan/data atau sistem pembukuan keuangan yang baik adalah penting untuk menyediakan/memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemerintah, penanam modal, dan peminjam uang (bank). Catatan atau rekaman amat sangat penting untuk tujuan perencanaan dan pengawasan. Klien harus tahu berapa banyak uang yang dihasilkan, apa saja pengeluaran yang dilakukan, adakah keuntungan atau kerugian, siapa saja yang berhutang kepada usaha ini, dan kepada siapa saja usaha ini berhutang. Semua pertanyaan ini dapat dijawab dengan sistem pemeliharaan atau penyimpanan catatan atau data (keuangan) yang baik. Catatan atau rekaman atau pembukuan yang harus dimiliki oleh suatu usaha yang baru meliputi:
Buku Register Cheque yang menunjukkan setiap cheque yang dikeluarkan, tanggal dan jumlah uang pada cheque, penerima check, dan uraian singkat tentang jenis pengeluaran.
Jurnal Penerimaan Kas yang memperlihatkan uang yang diterima atau masuk, tanggal penerimaan, jumlah uang yang diterima, nama pembayar, dan uraian jenis penerimaan.
Buku Besar Rekening yang Harus Diterima (Accounts receivable ledger), atau Buku Besar Piutang, yang mendaftarkan uang-uang yang masih belum diterima, yang merupakan kewajiban dari pelanggan anda untuk membayarnya kepada perusahaan anda.
Buku Besar Rekening yang Harus Dibayarkan (Accounts payable ledger), atau Buku Besar Hutang, yang mencatat tagihan-tagihan yang masih belum dibayar oleh perusahaan anda kepada penyedia jasa atau barang (vendors).
Jurnal penggajian/pengupahan yang digunakan untuk menelusuri pembayaran atau penggajihan kepada karyawan dan ini mencakup hal-hal seperti pendapatan kotor dan pendapatan bersih, pajak pendapatan perorangan, dan berbagai macam potongan gaji lainnya, dan
Buku Besar Pengendalian Inventaris (Inventory control ledger) yang mencatat inventaris yang dibeli, inventaris yang dijual, dan inventaris yang masih ada. Buku Besar Inventaris ini hanya cocok yang memiliki inventaris dalam jumlah besar.
ASURANSI
Anda harus memastikan diri bahwa ia mempunyai semua cakupan (coverage) asuransi sebelum membuka suatu usaha. Anda harus berbicara dengan agen asuransi tentang perlindungan atas harta milik/kekayaan, hutang/pertanggungjawaban, kompensasi untuk karyawan, kendaraan, gangguan usaha, kesehatan, dan asuransi jiwa. Klien harus memperoleh “penawaran” dari beberapa agen asuransi, baru kemudian membeli asuransi dari satu agen saja. Hal ini akan memungkinkan klien memperoleh layanan atau jasa yang lebih baik. Semua polis asuransi harus ditinjau setiap tahun — sejalan dengan pertumbuhan usaha, maka kebutuhan asuransipun akan meningkat.
PERPAJAKAN
Klien harus mulai mengayunkan langkah kanan dengan mempelajari apa saja yang disyaratkan atau dituntut. Mereka harus menghadiri berbagai seminar dan lokakarya serta berjumpa dengan seorang akuntan. Klien mungkin perlu mendaftarkan diri dan usahanya pada beberapa instansi pemerintah pusat atau daerah.
MENCARI PERTOLONGAN / BANTUAN
Mereka harus membuat “tim penasehat yang profesional” , terdiri dari konselor usaha dari KKB, penasehat hukum, bankir, dan agen asuransi.
Pemilik usaha yang berhasil seringkali mendapat bimbingan dari wirausahawan yang berhasil yang dijumpainya pada pertemuan Kamar Dagang (Indonesia) dan dengan organisasi usaha terkait lainnya. Jika anda akan meminta nasihat dan akan mendengarkannya, peluang keberhasilan akan semakin meningkat/luas.
Sebagai penutup, siapa yang gagal dalam merencanakan, maka rencanakanlah untuk gagal. Siapa yang gagal bersiap diri, maka siapkanlah diri anda untuk gagal (those who fail to plan, plan to fail). Klien harus meluangkan waktu untuk membuat rencana usahanya dan belajar sebanyak mungkin sebelum membuat keputusan besar seperti itu. Hanya dengan begitulah maka impian untuk memiliki usaha akan menjadi kenyataan.
Rahasia Sukses Mencari Uang Di Internet
Sekarang Saatnya Pemula Pun Bisa Terima Penghasilan Mingguan Dengan Cara Paling Mudah, Dasyat, dan Menyenangkan!
Apakabar marketer?
Hari ini saya ingin menginformasikan berita penting. Khususnya jika Anda pemula dan ingin benar-benar ngrasain gimana dapat penghasilan dari bisnis sederhana namun sangat powerful, tanpa harus meminta Anda melakukan banyak hal ribet. Baca! Jika Anda ingin cari uang di internet dengan cara paling mudah!
Apa yang jadi kendala bagi kebanyakan pemula untuk memulai bisnis onlie?
Harus memulai dari nge-blog tapi bingung mau nge-blog apaan? Gak punya ide apalagi malas menulis. Ditambah lagi masih sama sekali gaptek dan bahkan bikin Facebook saja dibikinin temen...?
Ok.., ahirnya nge-blog juga. Tapi sebagai blogger baru, sudah pasti 2 atau 3 bulan kegiatan dipakai untuk menulis artikel, tuker-tukeran link, dan sebagainya. Sudah nge-blog hampir 2 tahun tapi belum juga mendapat penghasilan dari blog? Susah mendatangkan pengunjung.. SEO terlalu berat? Banyak pesaing...?
Oke.. setelah nge-blog gak ada hasil, ahirnya mencoba join bisnis online, mempromosikan link afiliasi, dan hanya dapat penghasilan sedikit bahkan hanya NOL?
Sip!Satu-satunya rahasia menghasilkan uang dari bisnis online adalah Traffic (Arus Pengunjung). Bisnis apapun, jika Anda bisa menarik banyak pengunjung, Anda akan bisa menghasilkan uang dari internet, bahkan dalam jumlah yang lumayan. Sebaliknya, sebagus apapun Anda menulis blog, kalau tidak mampu mendatangkan banyak pengunjung, maka tidak akan banyak yang akan Anda raih - khususnya uang.
Sekarang banyak pemula pada mulai frustasi dan apatis sama bisnis online karena setelah berjuang keras hasilnya sangat sedikit malah beberapa sama sekali gak ada hasil.
Nice...
Jika itu Anda... maka Anda wajib baca yang berikut ini:
Apakah kalau sudah berhasil menarik banyak pengunjung benar-benar bisa menghasilkan banyak uang?
Bisa iya bisa tidak. Kenapa..?
Jika Anda menarik banyak pengunjung ke situs orang lain melalui affiliate link/referral link/link replika, maka kronologi berikut ini berlaku:
Pertama:
Begitu orang meng-klik affiliate link Anda, dia akan terbawa ke situs si penjual produk. Dengan begitu pengunjung akan segera mengetahui situs apa yang Anda promosikan itu.
Kedua:
Jika pun dia tertarik, banyak alasan yang membuatnya tidak beli pada saat itu. Mungkin lagi gak punya duit, atau harus pergi ke ATM untuk mentransfer, atau masih ragu dan ingin mempelajari lebih jauh lagi.
Ketiga:
Hal paling masuk akal ketika pengunjung tertarik adalah, dia akan mencatat alamat Domain website tersebut. Karena dia perlu kembali ke sana kapan dia siap melakukan pembayaran. Jika di pengunjung ini kembali ke situs dengan langsung mengetikkan alamat asli situs (tanpa link afiliasi), ditambah lagi, dia mengunjungi situs dari komputer berbeda, maka sia-sia usaha afiliasi.
Kelima:
Jika hal itu yang banyak terjadi, itu bukti bahwa usaha keras Anda selama ini tidak membuahkan hasil memuaskan karena kebiasaan pengunjung.
Dan faktanya, memang seperti itu yang banyak terjadi. Sama seperti saya dulu, melewatkan 2 tahun lebih untuk berjuang di bisnis online namun hanya sedikit sekali yang dapat dihasilkan. Udah gitu, sebelum seperti sekarang ini, saya sudah melewati tahun demi tahun dengan pengorbanan dan menghabiskan Jutaan Rupiah untuk mencoba berbagai hal.
Question:
Apakah Anda punya waktu 2 tahun dan uang Jutaan Rupiah untuk mengulangi perjalanan saya?
INGAT!
Sebelum Anda benar-benar bisa menghasilkan uang dari internet, akan ada waktu, kerja keras dan uang yang harus dikorbankan. Dalam beberapa kasus, ini memakan hingga 3 sampai 4 tahun.
Bisnis adalah bisnis. Dan pada setiap bisnis ada investasi yang harus diletakkan, baik itu waktu untuk belajar, kerja keras dan tentu saja uang.
Tapi kalo modal, perlatan dan waktu sudah menjadi kendala utama bagi pemula, maka tidak ada cara lain yang paling DASYAT selain menggunakan sistem yang Powerful yang terbukti mampu mengalirkan penghasilan, bahkan secara mingguan.
Ini berita bagusnya buat Anda:
- Anda tidak perlu ngotot harus memiliki peralatan wajib (PC/Laptop). Sebab bisnis online mensyaratkan itu. Tapi jika Anda ingin merasakan sendiri kehebatan sistem, mulailah tanpa itu dan lakukan apa yang harus Anda lakukan.
- Anda tidak harus memiliki rekening. Hampir semua bisnis online mensyaratkan Anda harus memiliki rekening. Kali ini tidak harus. Anda bisa terima penghasilan via Western Union atau Wesel Pos Kilat. Simple dan Mudah.
- Anda tidak harus Nge-Blog. Ini adalah kegiatan yang sangat memakan waktu, memeras pikiran dan tenaga, dan belum tentu bisa memberi Anda penghasilan yang serius. Percaya! Blog ini selalu rangkin 1 di Google untuk beberapa kelompok kata kunci populer, tapi tidak banyak uang yang dihasilkan.
- Anda tidak harus menghabiskan banyak modal. Faktanya, Anda hanya perlu menginvestasikan modal tidak lebih banyak dari harga HP-HP buatan Cina. Atau dengan kata lain, modalnya jauh lebih sedikit daripada harga HP Anda, atau biaya pulsa bulanan Anda.
- Anda bisa langsung praktek dan menghasilkan uang dalam beberapa hari. Faktanya, komisi dibayarkan setiap seminggu sekali.
Setiap minggu ada Jutaan Rupiah keluar untuk para member. Sekarang giliran Anda kebagian penghasilan mingguan!
Anda Mencari Peluang Usaha? Baca Ini
bingung mencari usaha apa yang cocok,saya pun sebelumnya hanya seperti itu hanya bisa merenung mencari ide-ide didalam kamar,buktinya? tetap saja belum ada ide yg bagus,
setelah saya search dan ikut seminar mengenai bisnis,saya pun mulai mendapat ide-ide yg mungkin waw.nah jadi bila anda bingung dalam mencari peluang usaha,saya memiliki tips yg mungkin bermanfaat untuk anda,oke let's do it
1.kenali diri sendiri
anda harus bisa mengenali anda sendiri,seperti bakat anda,kesukaan anda ,maka anda akan bisa mencari peluang sesuai hobby anda dan bakat anda
2.cari lah peluang
cara yg paling jitu ialah ada 2 :
a) berjalan-jalan lah keluar rumah
b)bertanya pada teman
#a : secara tidak langsung ,bila anda berjalan-jalan keluar rumah,maka anda akan bisa mendapat peluang usaha,contohnya saja bila anda melihat sebuah balok kayu lalu anda memiliki ide dan mampu mengelola kayu itu,apakah itu sebuah peluang usaha bukan?
#b bertanya pada teman,mungkin teman terkadang keceplosan mengatakan sebuah usaha dan kebetulan anda bisa mengelolanya,
3.carilah bidang usaha yg kebetulan belum banyak saingan dan masih sedikit orang yg mengelolanya
nah,coba 3 tips diatas itu,insyaallah anda akan mendapatkan ilham,amin
selamat mencoba
setelah saya search dan ikut seminar mengenai bisnis,saya pun mulai mendapat ide-ide yg mungkin waw.nah jadi bila anda bingung dalam mencari peluang usaha,saya memiliki tips yg mungkin bermanfaat untuk anda,oke let's do it
1.kenali diri sendiri
anda harus bisa mengenali anda sendiri,seperti bakat anda,kesukaan anda ,maka anda akan bisa mencari peluang sesuai hobby anda dan bakat anda
2.cari lah peluang
cara yg paling jitu ialah ada 2 :
a) berjalan-jalan lah keluar rumah
b)bertanya pada teman
#a : secara tidak langsung ,bila anda berjalan-jalan keluar rumah,maka anda akan bisa mendapat peluang usaha,contohnya saja bila anda melihat sebuah balok kayu lalu anda memiliki ide dan mampu mengelola kayu itu,apakah itu sebuah peluang usaha bukan?
#b bertanya pada teman,mungkin teman terkadang keceplosan mengatakan sebuah usaha dan kebetulan anda bisa mengelolanya,
3.carilah bidang usaha yg kebetulan belum banyak saingan dan masih sedikit orang yg mengelolanya
nah,coba 3 tips diatas itu,insyaallah anda akan mendapatkan ilham,amin
selamat mencoba