Tampilkan postingan dengan label Agrobisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agrobisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

Nilai Bisnis Keong Racun

Keong racun ternyata tidak hanya dijadikan inspirasi menjadi sebuah lagu. Siswa SMK Negeri Pertanian Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menemukan inovasi baru untuk membuat pupuk cair organik berbahan dasar keong racun pertama di Indonesia. Kelebihan dari pupuk cair organik ini adalah membuat masa pertumbuhan tanaman dan buah lebih cepat dibandingkan dengan pupuk kimia lainnya serta bisa menghidupkan organisme tanah yang sudah mati sehingga akan kembali subur.

Kelebihan lain dari pupuk ini adalah tidak ada efek buruk kepada tumbuhan dan petani karena tidak mencampurnya dengan bahan kimia, dan tidak akan tumbuh hama. Ketua Jurusan Agronomi, Awan Sudianto mengatakan pembuatan pupuk ini tidak sulit karena hanya membutuhkan waktu dua minggu agar permentasi keong racun yang dicampur dengan molase effectif micro organisme bamboo mengeluarkan cairan yang kemudian cairan tersebut disaring. 

Pengembangan pembuatan pupuk cair organik dari keong racun ini sudah berjalan satu tahun, katanya. Cara penggunaa pupuk cair ini yakni dengan mencampur satu liter pupuk dengan 10 liter air untuk lahan satu hektare kemudian disemprotkan kepada tanah agar organisme penyubur tanah tumbuh. Saat yang tepat untuk menggunakan pupuk ini adalah pasa fase generative atu fase pembangunan dan penggunaannya tidak perlu rutin hanya satu minggu sekali. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau yakni Rp 20 ribu per dua liter, terang awan.

Sebuah inspirasi bisnis baru yang bisa diterapkan bagi agromania. Semoga bermanfaat.

( Sumber: Republika )

Senin, 18 Februari 2013

Banyak Ide Tapi Kecil Keberanian

Mungkin banyak diantara kita selama ini mempunyai berbagai macam ide bisnis namun nyatanya tak satupun ide bisnis tersebut menjadi kenyataan alias nol atau tidak terwujud sama sekali. Dalam memulai bisnis memang sangat diperlukan ide. Hanya saja karena kita semua banyak ide, namun miskin keberanian untuk mencobanya maka yang berkembang ya hanya ide-ide tersebut, sedang bisnisnya nol.

Hmm, hal ini mungkin juga akibat dari pendidikan kita selama ini ya, yang hanya banyak berkutat seputar teori-teori saja sedangkan untuk praktek masih jauh. Maka sehebat apapun ide bisnis akan sulit menjadi kenyataan. Yah, seperti halnya jika kita belajar naik sepeda. Kalau hanya teori saja, tapi tidak pernah mencoba tentu tidak akan pernah bisa naik sepeda. Jadi persoalannya itu terletak pada, bagaimana kita yang semula hanya kaya akan ide atau teori berusaha untuk menumbuhkan keberanian mencoba ide-ide tersebut agar menjadi kenyatan.

Sama seperti ketika kita belajar naik sepeda, pasti ada kalanya akan terjatuh dan ada sedikit goresan-goresan karena pembelajaran tersebut. Begitu juga dengan bisnis ketika di masa awal pasti akan ada yang namanya hambatan atau rintangan. Namun sebagai seorang pengusaha jadikanlah hambatan-hambatan tersebut sebagai pembelajaran dan penyempuranaan akan bisnis yang sedang kita kembangkan.
Kalau sudah tidak ada keberanian memulai. Ya, nikmati saja ide-ide tersebut sebagai khayalan. Gagal karena mencoba itu lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali. Nah, agar ide-ide tersebut tidak berhenti menjadi khayalan belaka sudah sepantasnya kita berusaha untuk menuangkan dalam tindakan nyata.
Bagaimana apakah Anda berani mencoba?

( Sumber: Dikelolah Dari Berbagai Sumber )

Minggu, 20 Januari 2013

Pengolahan Kentang Menjadi Makanan Ringan

Peranan kentang sebagai bahan sayuran dan penganan juga berkembang selaras dengan munculnya kreasi-kreasi baru mengenai cara dan bentuk pengolahannya.


Usaha penganan / snack tidak hanya monopoli industri menengah dan besar, tetapi juga diperankan untuk tujuan komersial oleh industri rumah tangga dan industri kecil.

Pasarnya tetap terbuka, tergantung pada kewirausahaan para pelaku bisnis, dari skala kecil hingga besar. Contohnya adalah keripik kentang dan cracker kentang.

KERIPIK KENTANG

Bahan Yang Dibutuhkan :

  1. Kentang 1 kg.
  2. Minyak goreng 0,5 kg.
  3. Larutan kapur sirih secukupnya.
  4. Garam secukupnya.
Cara Pembuatan :
  1. Kentang dikupas, lalu diiris tipis-tipis, kemudian direndam dalam larutan kapur sirih (10 gr liter air) selama 3 - 5 jam. Setelah itu dicuci lalu ditiriskan.
  2. Panaskan air hingga mendidih lalu ditambahkan garam 10 g/liter air, irisan kentang direndam dalam air selama 5-10 menit, kemudian tiriskan.
  3. Irisan kentang dijemur di bawah sinar matahari sampai kering.
  4. Irisan kentang digoreng dalam minyak panas.
 CRACKER 

Bahan Yang Dibutuhkan :
  1. Kentang rebus (dihaluskan) 1 mangkuk.
  2. Mentega ¼ mangkuk.
  3. Tepung terigu 1 mangkuk.
  4. Garam ½ sendok teh.
  5. Wijen ¼ mangkuk.
Cara Pembuatan :
  1. Semua bahan disatukan menjadi suatu adonan. Gilinglah di atas papan yang ditaburi dengan tepung terigu.
  2. Gosok diatasnya dengan air atau susu dan taburkan wijen atau kacang giling.
  3. Potong adonan tersebut dalam bentuk persegi kecil-kecil.
  4. Taruh diatas loyang yang telah dipoles dengan mentega atau minyak.
  5. Bakar sampai kering berwarna kuning kemerah-merahan. 
( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber ) 

6 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Budidaya Kentang

Untuk berhasil dalam usaha hortikultura jenis budidaya kentang, ada 6 hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh para petani.

Yang pertama adalah persiapan dan pengolahan lahan yang akan digunakan. Kedua pemilihan bibit yang baik dan bebas penyakit, ketiga metode dan waktu penanaman.

Hal keempat yang harus diperhatikan adalah pemupukan, kemudian yang kelima adalah penggunaan mulsa plastik, dan terakhir perlakuan panen dan pasca panen.

1. PENGOLAHAN LAHAN
Sebelum ditanami kentang, lahan harus dipersiapkan dan dibersihkan dari tumbuhan penganggu atau sisa-sisa tanaman lama. Setelah itu tanah dibiarkan 1-2 minggu.

2. PEMILIHAN BIBIT

Bibit yang dianjurkan adalah kultivar introduksi unggul lkal seperti cosima, cipanas dan kultivar lokal lainnya. Kebutuhan bibit per hektar mencapai 1 ton.

3. PENANAMAN
Penanaman kentang di tegalan dilaukan awal musim hujan yaitu bulan Oktober / November, yang bisa dipanen pada bulan Januari / Februari atau bila akhir musim hujan yaitu bulan Maret / April akan dipanen pada bulan Juni / Juli.

Pada lahan sawah beririgasi, penanaman kentang bisa dilakukan di musim kemarau yaitu pasca bulan Mei. Musim tanam yang baik adalah pada musim hujan atau sekitar bulan April. Jarak tanam yang baik 70-80 x 30 cm.

4. PEMUPUKAN

Pemberian pupuk buatan (anorganik) bagi tanaman kentang sangat diperlukan dan penting. Ketersediaan pupuk tersebut, secara cepat dapat dimanfaatkan oleh akar untuk memperbaiki pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri.

Unsur makro terpenting yang ada dalam pupuk buatan adalah unsur Nitrogen (N). Unsur ini umumnya diberikan pada tanaman dalam bentuk pupuk urea dan ZA. Hanya saja tidak seluruh unsur N dari pupuk buatan itu bias dimanfaatkan tanaman, sebab unsur N mudah tercuci oleh air hujan dan sifatnya yang mudah menguap.

Bila unsur N hilang, maka dapat menurunkan kesuburan dan kegemburan tanah. Itu terjadi biasanya karena mikroorganisme yangberguna di dalam tanah mati dan tanah akan menjadi keras.

Kemudian produktivitas turun, kecuali dosis pupuk ditingkatkan. Perlu diperhatikan juga jika dosis pupuk ditingkatkan akan berdampak negatif, yaitu akan mempercepat turunnya daya dukung tanah terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya kentang.

Pemupukan menggunakan pupuk organik seperti pupuk andang, kompos, pupuk organik seperti urea/ZA SP-36, KCL, dan pupuk pelengkap cair (PPC). Selain pupuk dapat ditambah unsur mikro dan zat pengatur tumbuh.

Dosis pupuk anorganik tergantung rekomendasi dari dinas pertanian setempat. Namun sebgai rujukan dosis yang baik adalah 200 kg urea, 150 kg ZA, 300 kg SP-36 dan 2 lt PPC. Jika menggunakan pupuk organik dosisnya 20 ton/ha.

5. PENGGUNAAN MULSA

Penggunaan mulsa plastik diprioritaskan bagi jenis tanaman yang berniali ekonomis tinggi. Tiap hektar lahan dibutuhkan lebih kuarng 10 rol mulsa plastik.

Mulsa plastik yang baik warnanya gelap (hitam, coklat), dapat menekan pertumbuhan gulma, sedangkan warna merah dapat mentransmisi sinar inframerah. Di Indonesia , mulsa plastik yang banyak digunkaan petani umumnya berwarna hitam perak,merah perak, keabu-abuan.

Multifungsi mulsa plastik itu sudah duketahui masyarakat tani yang antara lain dapat memantulkan cahaya matahari, sehnmgga mengusir hama tungau dan kutu daun serta thrips, bahkan menekan penyakut virus.

Mulsa palstik dapat menekan pertumbuhan gulma, mencegah penguapan pupuk, erosi, menciptakan kegemburan tanah, menghemat tenaga kerja pengairan, penyiangan dan sebagainya.

Penerapan mulsa plastik meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman yang dibudidayakan.

6. PANEN
Setelah berumur 3,5 bulan kentang sudah bisa dipanen. Pemanenan kentang bisa menggunakan cangkul atau garpu. Pengambilan umbi kentang harus hati-hati agar umbinya tidak terluka. Pengambilan umbi bisa menggunakan alat pemanenan mekanik (potato digger).


( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )  

Minggu, 13 Januari 2013

Panduan Tanam Cabai Menggunakan Pot

Bertanam cabai bisa dilakukan dalam pot sehingga masyarakat kota bisa menikmati buah cabe dan keindahan pohonnya.

Apalagi sangat banyak varietas cabai yang sekaligus dapat sebagai bahan konsumsi dan cabe hias di pekarangan.

Persiapan yang perlu untuk bertanam cabe dalam pot meliputi pemilihan jenis dan ukuran pot, media tanah, bibit cabai dan persemaian.

PEMILIHAN POT

Pot yang digunakan harus mampu mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik terutama perakaran.

Pot yang terlalu kecil akan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan tidak mampu berbuah, sedangkan pot yang terlalu besar akan berat apabila dipindahkan.

Sebagai contoh, dapat dipilih pot sebesar separuh dari kaleng bekas cat volume 20 kg atau pot yang mampu menampung sekitar 5 kg tanah.

Pot yang baik adalah yang memenuhi kriteria berikut :

  1. Mampu mendukung perkemabnagan perakaran.

  2. Bagian bawah pot harus berlubang untuk merembeskan air berelebih.

  3. Dasar pot dipilih yang berkaki untuk membantu aerasi dan drainase.

  4. Tidak terlalu berat agar mudah dipindahkan.

  5. Tidak mudah lapuk dan pecah.

  6. Dinding pot harus mampu merembeskan air dan udara keluar agar suhu tanah tetap stabil.
Jenis pot yang dipakai dapat berupa pot tanah liat, pot plastik, pot porselin, pot semen, pot ban bekas, pot kaleng bekas dan pot anyaman bambu.

Beberapa jenis pot ini tidak memiliki sifat pot yang baik sehingga pada siang hari yang panas, suhu pot cepat naik dan tanaman menjadi layu. Karena itu, beberapa jenis pot perlu dilubangi didindingnya.

PENYIRAMAN MEDIA TANAH
Bertanam cabe dalam pot pada dasarnya sama dengan bertanam cabai di lahan pekarangan. Pilihlah tanah yang gembur, berasal dari lapisan atas tanah, dan mampu mnegikat cukup air.

Untuk tanah gembur, perbandingan tanah dngan pupuk organik / kompos adalah 1:1. Tanah liat dicampur dengan tanah pasir dan pupuk kompos dengan komposisi 1:1:1.

Untuk tanah berpasir dicampur dengn tanah liat dan pupuk organik dengan perbandingan 5:2:3. Mengisi tanah di dalam pot bisa dilakukan sebagai berikut :
  1. Tutup lubang pot bagian bawah dengan pecahan genteng.

  2. Isi dasar pot dengan kerikil dan pasir kasar untuk membantu aerasi dan drainase.

  3. Masukkan tanah ke dalam pot dan jangan dipadatkan.

  4. Siram dengan air secukupnya agar tanah menjadi mapan.
PERSEMAIAN
Bibit cabe dapat dipersiapkan sendiri dari buah cabai yang tua dengan membeli dari kios penjual bibit.

Benih disemaikan pada tanah pasir yang telah dicampur pupuk dan ditutup tanah tipis-tipis.

Bibit diperjarang setelah berumur 10 - 12 hari (berdaun dua helai). Bibit cabai siap ditanam dalam pot pada umur sekitar 6 minggu (tinggi 10 - 15 cm).

PENANAMAN
Penanaman cabai dalam pot dapat dilaukan kapan saja dengan memperhatikan kondisi air dan penempatan pot. Tanaman cabai tidak tahan terhadap hujan atau air yang berlebihan krena bunga akan gugur dan tanaman menjadi layu.

Pilih bibit cabai yang tumbuh sehat dan baik. Pindahkan bibit cabe secara hati-hati dengan sedikit tanah di sekitar akarnya dan tanam di bagian tengah pot.

Kemudian tanah sekitar pangkal batang ditekan pelan-pelan agar sedikit padat. Siram tanaman cabai dengan air secukupnya. Pada awal pertumbuhan yang banyak hujan letakkan pot di tempat teduh.

PEMUPUKAN

Sebagai pupuk dasar, gunakan pupuk organik atau kompos sebanyak ½ kg per pot. Pupuk N dan K diberikan sebagai pupuk dsar.

Pupuk N diberikan ½ dosis pada usia tanaman 2-3 minggu si sekeliling tanaman berjarak 5 cm dari batang. Sisa pupuk N diberikan pada umur tanaman 5-6 minggu setelah tanam.

( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )  

Rabu, 26 Desember 2012

Hama & Penyakit Pada Bawang Merah

Pada usaha pertanian khususnya hortikultura, sangatlah penting langkah-langkah dalam penanggulangan hama dan penyakit.

Jika masalah ini tidak segera teratasi, masalah produktivitas akan menurun tajam bahkan bisa terancam gagal panen.

Sudah seyogyanyalah para petani bawang merah untuk mewaspadai masalah hama dan penyakit tersebut. Berikut ini akan kami berikan macam-macam hama dan penyakit yang menyerang tanaman bawang merah beserta pencegahannya.

ULAT BAWANG
Gejala :
Gejala serangan ditandai dengan bercak putih transparan pada daun, karena daging daun dimakan ulat.

Pengendalian :Pengendalian dapat menerapkan konsep PHT, antara lain : secara mekanik dengan mengumpulkan dan memusnahkan telur dan larva yang biasa disebut jempoli. Sedangkan penyemprotan dengan insektisida efektif dan selektif mulai dilakukan bila kerusakan tanaman mencapai 5%.

Frekuensi penyemprotan 2 - 3 hari sekali atau tergantung kondisi serangannya. Sebaiknya menggunakan pestisida secara bergantian dan agar dihindari mencampur bermacam-macam insektisida menjadi satu karena tidak efektif serta takaran yang digunakan tidak perlu berlebihan.

Sebaiknya menggunakan takaran sesuai petunjuk penggunaannya pada masing-masing obat. Selain itu dapat memasang perangkap yang dilengkapi dengan sex feromon untuk menangkap serangga jantan, sejumlah 40 perangkap / ha.

Perangkap dapat berupa botol plastik berlubang kecil dan didalamnya diikat satu tangkai sex feromon, yang dapat diganti sebulan sekali.

Dengan demikian serangga jantan akan tertangkap sehingga perkawinan akan berkurang dan mengurangi populasi ulat.

PENYAKIT LAYU FUSARIUM
Gejala :Penyakit ini ditandai dengan tanaman kurus kekuningan dan busuk pangkal serta akarnya sehingga tanaman mudah tercabut.

Pengendalian :Tanaman yang terserang harus segera dicabut dan dimusnahkan. Untuk pengendalian dapat dilakukan dengan memberikan obat / fungisida pada tanah sebelum tanah ditanami.

BERCAK UNGU
Gejala :Ditandai dengan adanya bercak putih dengan pusat keunguan pada daun.

Pengendalian :Pengendalian dengan cara menyiram tanaman setelah turun hujan atau terkena embun, untuk mengurangi spora penyakit yang menempel pada daun. Selain itu dapat menggunakan fungisida selektif dan efektif.

ANTRAKNOSE
Gejala :Tanaman yang terinfeksi akan mati dengan cepat dan mendadak. Pada daun terlihat bercak berwarna putih, selanjutnya terbentuk lekukan ke dalam, berlubang dan patah.

Pengendalian :Penyakit ini cepat sekali menular, sehingga harus segera digunakan fungisida yang efektif dan selektif.

Sebaiknya penyemprotan terhadap hama dan penyakit dilakukan sebelum matahari terbit atau sore hari dengan arah penyemprotan searah angin dan penyemprotan tepat mengenai tanaman / sasarannya sehingga pestisida yang disemprotkan tidak terbuang percuma dan lebih efisien.


( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )  

Panduan Singkat Budidaya Bawang Merah

Penanaman bawang merah umumnya dilakukan pada musim tanam Mei-Juni dan akhir musim penghujan untuk beririgasi teknis seperti di daerah pusat produksi bawang merah seperti Brebes, Probolinggo dan Nganjuk.

Penanaman dapat dilakukan sepanjang tahun. Namun umumnya penanaman dilakukan secara serempak sehingga pada saat panen, produksi selalu melimpah. Padahal sebenarnya penanaman dapat dilakukan secara berjadwal atau bergilir sehingga panen bawang merah tidak bersamaan.

Cara penanamannya juga tergolong tidak bergitu rumit. Intinya terdapat pada pengolahan tanah, pemupukan dan pasca panen.

PENGOLAHAN TANAH
Cara pengolahan tanah dan penanaman sangat menetukan produksi bawang merah. Bawang merah membutuhkan tanah gembur, oleh karenanya pengolahan tanah sangat diperlukan hingga tanah menjadi gembur dengan kedalaman olah sekitar 25-30 cm.

Penanaman lebih baik dilakukan dalam bedengan untuk musim kemarau sekitar 20-25 dan untuk musim penghujan sekitar 40-50 cm. Penanaman tanpa menggunakan bedengan tidak disarankan karena resiko adanya genangan air yang mempengaruhi negatif pertumbuhan tanaman dan meperbanyak timbulnya penyakit.

PEMUPUKANKebutuhan pupuk setiap jenis tanaman berbeda tergantung pada tingkat kesuburan tanahnya. Tindakan pemupukan diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hara bagi tanaman, bila suplai hara dalam tanah tidak mencukupi.

Oleh karena pemupukan yang tidak efisien dapat menyebabkan meningkatnya biaya produksi. Pemupukan pada tanah-tanah yang produktif seperti di pusat produksi kabupaten Nganjuk dan Probolinggo tidak perlu berlebihan, cukup menggunakan takaran urea 200 kg/ha, KCl 200 kg/ha dan ZA 450-500 kg/ha yang masing- masing diberikan separo pada umur tanaman 15 dan 30 hari.

Sedangkan untuk pupuk dasar dapat menggunakan pupuk kandang kotoran sapi 10-15 ton/ha atau kotoran ayam yang sudah masak sebanyak 5 ton/ha dan TSP 150 kg/ha yang diberikan 7 hari sebelum tanam.

Cara pemupukan sebaiknya dilakukan dngan membuat larikan di sekitar tanaman dan pupuk dibenamkan kemudian ditutupi tanah. Pemupukan dengan cara menyebar sebaiknya tidak dilkukan karena tidak efisien dan bila pupuk menempel pada daun akan menyebabkan trebakar.

Setelah tanaman bawang merah dipupuk, dapat diairi dengan cara di "sirat". Sebaiknya bawang merah disiangi lebih dulu sebelum dilakukan pemupukan agar gulma tidak tumbuh semakin subur.

PASCA PANEN
Tanda-tanda tanaman yang siap dipanen : umur tanaman sudah cukup tua, misal varietas bawang biru umur 60 hari, bawang varietas philipine umur 70 hari, dan tidak mengeluarkan daun muda.

Keadaan tanaman antaraa umbi dan badan sudah lembut, tanaman mulai rebah, daun bagian bawah mulai menguning dari ujungnya. Panen dengan cara mencabut bilamana tanah gembur dan umbi 90% diatas tanah, akan tetapi bilamana umbi masih di dalam tanah maka perlu alat bantu berupa sabit kecil untuk menggali.

Penjemuran ditempatkan pada bedengan bekas lahan tanam, dengan cara merebahkan bawang setebal 5 cm dan daun ditaruh di bagian atas sedangkan umbinya tertutup daun, sehingga umbi bawang merah tidak kelihatan pada penjemuran tersebut, pada akhir penjemuran umbi yang kelihatan ditutupi dengan jerami.

Tujuan pengeringan ini adalah pengeringan aun, bukan pengeringan umbi. Lama penjemuran 7-10 hari sesuai dengan keadaan cuaca.

Bilamana daun sudah kering diadakan penalian. Penalian biasanya dilakukan pada malam hari sebab daun tidak keras, bila daun terlalu keras umbi banyak yang lepas dengan daunnya.

Umbi yang lepas dari daunnya tidak dpat disimpan lama dan harganya di pasaran lebih murah. Bilamana bawang tersebut ingin disimpan maka penjemuran dilakukan dalam keadaan ikatan dengan posisi umbi ditaruh di bagian atas.


( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )  

Selasa, 11 Desember 2012

Trik Membuka Kantung & Memanen Jamur

Proses ini merupakan tahap akhir dari rangkaian proses pembudidayaan jamur. Pada proses ini perlu pengetahuan dalam hal pemotongan / pembukaan kantung yang sudah ditumbuhi jamur dewasa.

Pemotongan kantung itu sendiri berbeda-beda, tergantung dari tipe dari jamur itu sendiri. Walaupun proses ini sebenarnya sederhana, akan lebih baik jika para pembudidaya jamur tahu bagaimana cara membuka kantung dan memanen jamur.

Hal ini diperlukan agar hasil pemotongan dan pemanenan jamur berlangsung dengan lancar dan baik hasilnya

A. MEMBUKA KANTUNG JAMUR1. Bersihkan sekeliling dan di dalam ruangan penumbuh badan jamur menggunakan sapu ijuk atau pembersih debu.

2. Pindahkan bibit jamur yang dewasa ke ruangan penumbuh badan jamur dengan menggunakan trolly. Letakkan kantung di dalam rak yang disiapkan.

3. Membuka kantung disesuaikan dengan jenis jamur.


  • Jamur Tiram (pleurotus ostreatus) : lepaskan kapas penyumbat.

  • Hed Lom (lentinus polychrous) dan potong kantung plastik pada bahu kantung dengan menggunakan pisau atau cutter.

clip_image004


  • Jamur Kuping (auricularia polytricha) : potong bagian sisi kantung plastik, berikan sebanyak 4 potongan secara vertikal di sekitar sisi samping kantung jamur.

B. PEMANENAN1. Cari jamur yang sudah dewasa.

Jamur siap untuk dipetik 2-3 hri setelah pertamakali mekar. Ambil jamur dengan hati-hati, pegang tangkai jamur kemudian tarik keluar dengan pelan-pelan. Catatan Penting : jamur harus dipanen pada waktu yang tepat. Jika terlalu besar, masa kesegaran semakin berkurang dan rasa tidak manis lagi. Jika terlalu kecil harganya tidak terlalu bagus. Pemanenan dilakukan dua sampai tiga kali dalam sehari.2. Letakkan jamur di keranjang, sekitar 5-8 kilo per keranjang. Batang jamur dikupas supaya jamur menjadi bersih. Taruh jamur ke dalam keranjang.

clip_image007

3. Timbang seluruh berat jamur. Catat seluruh data yang ada.

clip_image008

Catatan penting : satu kantung jamur harusnya menghasilkan antara 250-350 gram jamur setiap 4-5 kali pemetikan.(sumber gambar : http://www.usahajamur.co.cc/, www.fao.org, sumber referensi : www.fao.org)

Tiga Metode Pasteurisasi Kantung Substrat Pada Jamur

Pasteurisasi diperlukan untuk melengkapi pembuatan substrat yang steril.

Jika tidak dipasteurisasi disebabkan tidak cukupnya waktu pada ruang pasteurisasi atau karena suhu yang tidak memadai, bibit akan terkontaminasi sehingga mengakibatkan perkembangan yang buruk pada jamur.

Masalah lain yang akan timbul adalah jamur menjadi busuk. Langkah pasteurisasi ada 3 cara :

A. PASTEURISASI DENGAN CARA SEDERHANA
1. Persiapan peralatan antara lain : tong yang digunakan untuk pemanas (gunakan drum yang berukuran 200 liter), kayu bakar, serta penyaring dari bambu atau kawat (tinggi 5 inci dan disesuaikan dengan ukuran drum).
clip_image001

2. Bersihkan tong pemanas dan isi air setinggi 4 inci.

clip_image002
3. Letakkan penyaring kawat/ bambu diatas air setinggi 1 inci.
clip_image003
4. Letakkan kantung-kantung di tempat pasteurisasi sampai penuh (80-100 kantung).
clip_image004
5. Tutup semuanya dengan dua lapis karung goni bekas karung beras.
clip_image005
6. Letakkan plastik diatas karung dan tutup hingga rapat.
clip_image006
7. Nyalakan api dan jaga nyala api pada suhu 90-100 derajat celcius selama 3-4 jam. Penting : suhu harus konstan dan harus ada air di dalam drum.
clip_image007
8. Jika sudah selesai, ambil kayu bakar dari tungku.
clip_image008
9. Biarkan dingin selama sekitar 20 menit. Lepaskan karung penutup dan biarkan lebih dingin lagi.
clip_image009
10. Pindahkan kantung ke ruang inokulasi.

B. PASTEURISASI SECARA KOMERSIAL

1. Bersihkan air yang ada pada dasar tangki alat pasteurisasi dengan cara membuka kran. Keringkan dengan lap.
clip_image011
2. Masukkan air sampai dengan tanda yang sudah ada pada alat (tergantung dari alatnya, air ditambahkan untuk menghasilkan steam, tipe lain untuk menghasilkan steam di boiler dan melewatkannya ke alat.)
3. Pindahkan rak-rak besi berisi kantung ke alat satu per satu hingga penuh.
4. Tutup pintu secara rapat kemudian periksa thermometer.
5. Nyalakan pengapian dan biarkan selama 3-4 jam dengan suhu 98-100 derajat Celsius. Pastikan semua udara bias keluar dari alat (biasanya tungku pengapian ada dibawah alat pasteurisasi atau di bawah boiler).
6. Buka kran untuk mengirim steam ke alat pasteurisasi (untuk jenis alat boiler steam). Proses ini selama 3-4 jam. Biarkan mendingin dengan cara membuka pintu alat (1,5-2 jam).
clip_image016
7. Pindahkan kantung –kantung yang sudah dibersihkan ke ruangan inokulasi.

C. PASTEURISASI DENGAN CARA PENYINARAN MATAHARI
1. Masukkan kantung-kantung substrat ke dalam alat. Setelah semua dimasukkan tutup pintunya.
clip_image018
2. Pastikan sinar matahari bisa menyinari semuanya. Biarkan di bawah terik matahari selama 1 hari penuh.
clip_image019
3. Pindahkan kantung substrat ke ruang inokulasi.

(sumber gambar : www.wholefarmservices.com, www.fao.org, sumber referensi : www.fao.org)

Cara Efektif Membuat Substrat Untuk Jamur

Substat adalah bahan yang digunakan jamur untuk tumbuh. Bahan ini merupakan campuran dari seluruh kandungan atau makanan yang diperlukan jamur untuk berkembang.

Walaupun jerami adalah yang paling sering digunakan dan mudah untuk membentuk substrat bagi jamur, alternatif lain bisa digunakan jika lebih murah operasionalnya.

Sebagai contoh di Indonesia, karena banyaknya penanaman padi sehingga jerami bisa ditemukan dimana saja penduduk berada.

Dikarenakan biaya rendah (kemampuan daerah), jerami juga bisa membuat produktivitas tinggi dan kualitas jamur yang dihasilkan lebih baik, baik dari segi rasa dan tekstur dari jamur. Tetapi jerami harus dipersiapkan selama 9-12 hari untuk proses fermentasi

1. Persiapan bahan-bahan : kantung plastik (polypropylene 7” x 12.5”), kapas, jerami, sekam padi, kalsium sulfate, kalsium karbonat, magnesium sulfat.
clip_image001
2. Mempersiapkan jerami sebagai bahan dasar substrat :

Letakkan jerami digilingan untuk menurunkan ukurannya. Rendam jerami 100 kg, dengan air dicampur dengan urea 1-2% berat, fermentasi selama 3 hari. Balikan campuran dan campur dengan kapur 2% kemudian fermentasikan lagi selama 3 hari.

Balikkan lagi campuran bahan, campur dengan 0,2% magnesium sulfat, fermentasikan lagi selama 3 hari. Campuran bahan jerami sudah siap untuk dijadikan substrat. Periksa kelembaban dan bau urea.

Jika sudah tidak tercium bau urea dan kelembaban antara 65-75%, substrat sudah siap dikemas. Jika masih tercium sedikit bau urea, perlu difermentasi lagi sampai bau urea hilang. Kemas dalam kantung dengan ukuran 8” x 12”.
clip_image002
3. Penyiapan substrat :

Ambil 100 kg jerami, tambahkan dalam jerami : 5 kg sekam padi, 2 kg kalsium sulfat, 1 kg kalsium karbonat, 0.2 kg magnesium sulfat dan 0-1 kg gula.
Catatan : Resep/ campuran substrat sebaiknya seperti apa yang direferensikan. Campuran bisa diubah dengan menambahkan tepung beras,tepung jagung, kulit/potongan ketela, atau yang lain. Di iklim yang dingin bias ditambahkan bahan-bahan ini sampai 20%, hati-hati : untuk iklim yang panas jangan menggunakan lebih dari 7,5% bahan tambahan.
4. Timbang seluruh komponen yang dipakai.
clip_image004
5. Campur sampai merata dengan mixer atau dengan sekop.
6.Tambahkan air untuk menjaga kelmbaban antara 65-75%.
7. Pastikan semua bahan tercampur dengan sempurna jangan sampai ada gumpalan.
8.Dengan duduk dilantai , isi kantung plastik dengan substrat.
9. Padatkan substrat dengan memukul-mukul kantung dengan botol kosong atau tangan atau gunakan mesin press.
10. Ikat kantung dengan plastik/karet
clip_image011
11. Tarik ujung kantung sampai padat.
clip_image012
12. Ikat lagi ujungnya hingga rapat.
clip_image013
13. Periksa berat kantung (seharusnya antara 800-1000 gram per kantung)
clip_image014
14. siapkan tutup plastic untuk menutup kantung dengan menambahkan kapas.
clip_image015
15. Tutup kantung dengan tutup plastik.
clip_image016
16. Masukkan ke dalam rak besi dan pindahkan kantung ke ruangan pasteurisasi.

(sumber gambar : sur4m.wordpress.com, www.fao.org, sumber referensi : www.fao.org)

Senin, 10 Desember 2012

Panduan Lengkap Mempersiapkan Medium PDA Pada Jamur

Membuat medium PDA (Potatoes Dextrose Agar) adalah langkah awal untuk proses pembiakan jamur.

Bahan-bahan utama yang digunakan sebagai medium adalah kentang, dextrose dan agar.

Pada langkah ini ada dua macam yakni membuat jaringan untuk pembiakan dan menyeleksi jaringan untuk pembiakan.

Proses ini membutuhkan ketrampilan dan ketelitian. Untuk itu sebaiknya proses ini dikerjakan oleh tenaga yang terlatih/ahli dibidangnya.

I. MEMBUAT JARINGAN PEMBIAKAN / PEMBIBITAN
1. Mempersiapkan bahan –Bahan berupa : kentang 200 gr, dextrose 20 gr, bubuk agar 20 gr, air 1 liter serta kapas. Catatan penting : "Periksa apakah ada lubang (bongkrek) pada kentang. Beli dextrose dan agar di pasaran".
2. Cuci dan potong kentang berbentuk kotak dengan ukuran 1 cm, bersihkan kulitnya.

clip_image002[4]
3. Cuci bersih botol yang akan dipakai (botol bekas minuman bias dipakai).

clip_image003[4]
4. Masukkan kentang dalam 1 liter air. Didihkan antara 15-20 menit.
clip_image004[4]
5. Pisahkan kentang dari larutannya, disaring supaya larutan kelihatan bersih. Tambahkan air pada larutan sampai mencapai 1 liter larutan PDA.
6. Panaskan dalam tungku. Tambahkan dengan dextrose kemudian diikuti dengan Agar. Aduk pelan-pelan secara teratur dan kontinyu sampai semua larut sempurna.
7. Masukkan larutan PDA yang sudah didihkan dalam botol sampai mencapai ketinggian 1 cm.
clip_image007[4]
8. Tutup botol dengan kapas.
9. Letakkan botol di autoclave pada suhu 121 derajat celsius selama 20-30 menit untuk proses strerilisasi. Kemudian biarkan mendingin hingga suhu 37 derajat Celsius.
clip_image009
10. letakkan botol dengan posisi terlentang untuk meningkatkan/memperbesar luas daerah medium. PDA seharusnya mendekati leher botol tetapi jangan sampai menyentuh kapas penyumbat. Setelah medium PDA berada di dalam botol, pindahkan seluruh botol di dalam ruangan yang bersih.
clip_image010
11. Periksa apakah ada kontaminasi (kontaminasi bisa dilihat ada tidaknya warna gelap atau noda hitam pada PDA).
clip_image011
II. PEMILIHAN JARINGAN PEMBIAKAN / PEMBIBITAN
1 Bahan – bahan yang digunakan : Jarum khusus, lampu spiritus, larutan pembersih yang steril, kapas, pemantik, botol yang sudah terisi PDA, tempat yang bersih bebas penyakit serta lampu ultraviolet.
clip_image012
2. Pilih jamur yang kuat untuk pembiakan dengan ciri-ciri : sehat, ridak terlalu tua, tidak terlalu muda, tidak terlalu lembab (setidaknya 2-3 jam setelah penyiraman) dan pastikan bersih dan jauh dari jamur yang terkontaminasi.
clip_image013
3. Bersihkan ruangan yang akan dipakai, semua peralatan, baik yang ada didalam maupun diluar ruangan dengan larutan pembersih. Kemudian letakkan botol PDA pada ruang yang telah dipersiapkan.
4. Letakkan semua bahan yang sudah dibersihkan, letakkan semua bahan yang telah bersih ke ruangan yang sudah disediakan. Nyalakan alat laminar flow dan lampu UV. Setelah 10-15 menit matikan lampu tetapi biarkan alat laminar flow tetap menyala selama operasi.
clip_image015
5. Bersihkan tangan dan botol memakai larutan pembersih dan masukkan tangan ke rak penyimpanan botol PDA.
6. Pegang jarum khusus dengan 2 jari dengan sudut 45 derajat, nyalakan jarum sampai berwarna merah. Perhatikan jangan sampai menyentuh apapun setelah pengapian.
clip_image017
7. Biarkan jarum menjadi dingin(15-20 detik pegang jarum dan jangan menyentuh apapun atau tempat apapun).
clip_image018
8. Gunakan jari yang lain untuk membelah jamur, jangan gunakan pisau untuk memotong.
clip_image019
9. Dengan jarum, potong bagian kecil (2 mm x 2 mm) jaringan yang ada dalam jamur (ditengah diantara kelopak dan tangkai). Pastikan bersih dan tidak menyentuh bagian luar dari jamur.
clip_image020
10. Panasi pada bagian sekitar mulut botol. Dengan jari yang lain, cabut kapas penyumbat botol PDA dan amankan dari kontaminasi.
clip_image021
11. Masukkan jarum ke dalam botol dan inokulasi dengan cara menempatkan bagian kecil dari potongan jamur di tengah permukaan PDA. Pastikan bagian dari jamur tidak menyentuh apapun sebelum memasuki botol PDA.
clip_image022
12. Tutup botol dengan segera didekat nyala api dengan kapas penyumbat. Catatan : bagian dasar dari botol harus selalu dibawah dibanding dengan ketinggian mulut botol dan mulut botol harus sesedekat mungkin dengan nyala api setiap saat.
clip_image023
13. Beri label pada botol : tanggal, jenis jamur dan indukan.

clip_image024