Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kewirausahaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Februari 2013

Nilai Bisnis Keong Racun

Keong racun ternyata tidak hanya dijadikan inspirasi menjadi sebuah lagu. Siswa SMK Negeri Pertanian Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menemukan inovasi baru untuk membuat pupuk cair organik berbahan dasar keong racun pertama di Indonesia. Kelebihan dari pupuk cair organik ini adalah membuat masa pertumbuhan tanaman dan buah lebih cepat dibandingkan dengan pupuk kimia lainnya serta bisa menghidupkan organisme tanah yang sudah mati sehingga akan kembali subur.

Kelebihan lain dari pupuk ini adalah tidak ada efek buruk kepada tumbuhan dan petani karena tidak mencampurnya dengan bahan kimia, dan tidak akan tumbuh hama. Ketua Jurusan Agronomi, Awan Sudianto mengatakan pembuatan pupuk ini tidak sulit karena hanya membutuhkan waktu dua minggu agar permentasi keong racun yang dicampur dengan molase effectif micro organisme bamboo mengeluarkan cairan yang kemudian cairan tersebut disaring. 

Pengembangan pembuatan pupuk cair organik dari keong racun ini sudah berjalan satu tahun, katanya. Cara penggunaa pupuk cair ini yakni dengan mencampur satu liter pupuk dengan 10 liter air untuk lahan satu hektare kemudian disemprotkan kepada tanah agar organisme penyubur tanah tumbuh. Saat yang tepat untuk menggunakan pupuk ini adalah pasa fase generative atu fase pembangunan dan penggunaannya tidak perlu rutin hanya satu minggu sekali. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau yakni Rp 20 ribu per dua liter, terang awan.

Sebuah inspirasi bisnis baru yang bisa diterapkan bagi agromania. Semoga bermanfaat.

( Sumber: Republika )

Senin, 18 Februari 2013

Banyak Ide Tapi Kecil Keberanian

Mungkin banyak diantara kita selama ini mempunyai berbagai macam ide bisnis namun nyatanya tak satupun ide bisnis tersebut menjadi kenyataan alias nol atau tidak terwujud sama sekali. Dalam memulai bisnis memang sangat diperlukan ide. Hanya saja karena kita semua banyak ide, namun miskin keberanian untuk mencobanya maka yang berkembang ya hanya ide-ide tersebut, sedang bisnisnya nol.

Hmm, hal ini mungkin juga akibat dari pendidikan kita selama ini ya, yang hanya banyak berkutat seputar teori-teori saja sedangkan untuk praktek masih jauh. Maka sehebat apapun ide bisnis akan sulit menjadi kenyataan. Yah, seperti halnya jika kita belajar naik sepeda. Kalau hanya teori saja, tapi tidak pernah mencoba tentu tidak akan pernah bisa naik sepeda. Jadi persoalannya itu terletak pada, bagaimana kita yang semula hanya kaya akan ide atau teori berusaha untuk menumbuhkan keberanian mencoba ide-ide tersebut agar menjadi kenyatan.

Sama seperti ketika kita belajar naik sepeda, pasti ada kalanya akan terjatuh dan ada sedikit goresan-goresan karena pembelajaran tersebut. Begitu juga dengan bisnis ketika di masa awal pasti akan ada yang namanya hambatan atau rintangan. Namun sebagai seorang pengusaha jadikanlah hambatan-hambatan tersebut sebagai pembelajaran dan penyempuranaan akan bisnis yang sedang kita kembangkan.
Kalau sudah tidak ada keberanian memulai. Ya, nikmati saja ide-ide tersebut sebagai khayalan. Gagal karena mencoba itu lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali. Nah, agar ide-ide tersebut tidak berhenti menjadi khayalan belaka sudah sepantasnya kita berusaha untuk menuangkan dalam tindakan nyata.
Bagaimana apakah Anda berani mencoba?

( Sumber: Dikelolah Dari Berbagai Sumber )

Kamis, 14 Februari 2013

Bedakan Strategi Distribusi Produk Baru Dengan Produk Mapan

Strategi distribusi untuk produk baru harus dan wajib hukumnya dibedakan dengan strategi distribusi produk mapan atau produk yang sudah lama dikenal konsumen.
Para marketing director atau marketing manager jarang meluangkan waktu dan pemikiran yang cukup guna merancang dan merumuskan strategi distribusi produk baru. Di lain pihak, distributor juga nyaris tidak pernah merancang apalagi menyusun strategi distribusi produk baru. Alasannya, hal itu sudah seyogianya dilakukan oleh prinsipal/produsen. Alhasil, apabila mereka tidak menerima penjelasan strategi tersebut dari para prinsipal (marketing / product / brand manager), maka para distributor akan beranggapan bahwa cara yang sama, pola yang serupa seperti yang saat ini sudah diterapkan adalah strategi distribusi yang dipakai.

Inilah yang menyebabkan kenapa hanya 1 dari 7 produk baru yang diluncurkan bisa menuai sukses. Sisanya (86%), gagal. Sebuah probabilitas resiko gagal yang amat tinggi!
Perlu diketahui, strategi distribusi untuk produk baru harus dan hukumnya wajib untuk dibedakan dengan strategi distribusi produk mapan atau produk yang sudah lama dikenal konsumen. Sama seperti penanganan bayi atau balita yang dibedakan dengan penanganan ABG maupun seseorang yang sudah dewasa. Ini merupakan salah satu kesalahan fatal yang kerap dilakukan oleh para pemasar. Tak terkecuali mereka yang sudah berpengalaman.
Seperti dipahami, strategi distribusi sesungguhnya memiliki 8 komponen dasar yang meliputi Sistem Penjualan & Distribusi, Mitra Distributor, Selling In, Selling Through, Spreading, Coverage, Penetration dan Network.

Dan, pada tahap yang paling awal, ‘tantangan’ yang dihadapi adalah pemilihan sistem penjualan dan distribusi. Misal, apakah memilih sistem langsung dimana minimal 70% dari semua penjualan dilakukan oleh sales force milik perusahaan / anak perusahaan/perusahaan afiliasi atau menggunakan sistem tidak langsung dengan catatan minimal 70% dari penjualan diperoleh dari distributor eksternal. Di luar itu, masih ada sistem lain. Yaitu, hybrid alias kombinasi. Pada kombinasi ini, antara 30-70% dari sumber penjualan didapat dari perusahaan milik sendiri/terafliasi atau perusahaan distributor. 

 Yang kedua, harus ditetapkan pula apakah produk baru tersebut akan dijual via distributor yang sudah menangani produk korporat saat ini atau justru memilih distributor lain. Seperti disadari bersama, penetapan mitra distributor sendiri bisa berdasarkan 1 National Sole Distributor atau 8-33 Regional Distributor terbaik / propinsi ataupun 34-150 Area Distributor terbaik / 1-4 kabupaten.
Pertimbangan lain bisa juga berupa eksklusif secara teritorial (namun mix dalam channel) atau eksklusif dalam channel (akan tetapi mix dalam areal) maupun eksklusif secara product items / channel dan area mix.
Ketiga adalah opsi antara strategi selling in dengan menggunakan Top Down Strategy (dari grosir besar hingga menetes sendiri ke pengecer kecil) atau Bottom Up Strategy (dari outlet arus bawah naik ke grosir kecil / semi grosir / star outlet / agen hingga ke grosir besar).
Di samping itu, ketiga strategi Selling In tadi bisa juga berlandaskan Stand Alone (sendiri / mandiri 1 produk baru ) atau Product Add On (pendampingan / ditempelkan dengan produk yang sudah mapan di pasar) atau Promo Integrated (pendampingan / penambahan tidak saja kepada produk mapan, namun juga dari unsur promosi harga dan promosi dagang lainnya).
Selanjutnya, strategi Selling Through yang melihat endapan produk di outlet. Misal, berapa lama harus terjadi perputaran barang. Hal ini sangat tergantung kepada siklus kunjungan salesman. Contoh, jika diasumsikan siklus kunjungan salesman adalah 2 minggu 1x, maka dalam tempo 4 bulan setelah peluncuran produk baru, pelanggan sudah harus pesan ulang (repeat order) minimum 7x.
Perhitungannya adalah minimal 55% x (jumlah minggu dalam 1 periode yang dipantau dibagi jumlah minggu dalam 1 siklus kunjungan dikurangi kunjungan efektif pertama) dengan perhitungan pembulatan terdekat. Itu berarti, 55% x 13 minggu/2 minggu per 1 siklus kunjungan – 1 ) = 55% x 6,5 – 1 = 55% x 5,5 = 3x repeat order dalam 4 bulan dengan asumsi siklus kunjungan 2 minggu 1x.
Artinya, apabila produk baru tersebut baru 1 atau 2x repeat order pembelian, itu berarti produk tersebut memiliki potensi gagal yang tinggi. Dan, periode pemantauan atas frequency order (bukan nilai Rp atau unit order) paling singkat dilakukan dalam 3 bulan dan paling lama dalam 12 bulan.
Oleh karenanya, agar probabilitas keberhasilan produk baru meningkat maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan seksama. Pertama, menggunakan sistem distribusi dan penjualan hybrid/kombinasi.
Kedua, menggunakan multi distributor terbaik di tingkat propinsi (2-3 distributor 1 propinsi) yang eksklusif atau dibedakan dengan product items yang sudah ada di pasar saat ini, secara channel / trade atau product items.
Selebihnya, selling in dengan strategi Bottom Up dengan Promotion Integrated (menggandeng produk lain, merchandising/POS, harga khusus dan promosi ke pedagang secara khusus).
Terakhir, strategi sell through berdasarkan pendekatan Frequency Sales Order atau jumlah repeat order dalam 6 bulan secara konservatif – berarti, siklus kunjungan salesman tercepat 2 minggu 1x dan kunjungan terlama adalah 1 bulan 1x.

( Sumber: Dikelolah Dari Berbagai Sumber )

Rabu, 06 Februari 2013

Dasar-Dasar dan Prinsip Negosiasi

Herb Cohen, seorang pengajar ternama dalam keahlian bernegosiasi, mengatakan bahwa ada beberapa prinsip negosiasi yang menjadi dasar dan harus diketahui oleh semua negosiator. Ia menamakan prinsip negosiasi ini sebagai “The Nucleus of Negotiation.”
Prinsip-prinsip dasar yang terkandung dalam The Nucleus of Negotiation ini bisa dengan mudah diingat karena menggunakan singkatan “TIP”. Dalam artikel ini, kita akan membahas prinsip-prinsip yang terkandung dalam TIP.

TIP: “T” Stands For “TIME”
Salah satu elemen terpenting dalam negosiasi adalah TIME (waktu).  Ada 6 peraturan (rule) penting di sini.
Rule 1 – The Dateline Rule
Dalam negosiasi manapun, dateline sangatlah penting. Karena orang-orang mempunyai dateline (tenggat waktu) yang memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan dan bertindak. Jika tidak ada tenggat waktu, para negosiator akan menghabiskan banyak waktu untuk mengambil keputusan dan kadang-kadang bahkan tidak mengambil keputusan sama sekali. Jadi, sebelum Anda memulai negosiasi, cari tahu apakah pihak lain mempunyai dateline yang harus dipenuhi. Bila mereka tidak punya, maka Anda harus siap tidak mendapatkan keputusan dan hasil sama sekali, atau keputusan itu butuh waktu yang sangat lama!

Rule 2 –Always Has A Dateline of Sorts
Kadang-kadang saat Anda bertanya, mereka mengatakan tidak memiliki dateline dan mereka tidak sedang dikejar waktu. Jangan panik! Mereka PASTI punya tenggat waktu, dan itu hanya gertakan saja. Bila mereka benar-benar tidak punya, dalam kebanyakan kasus, mereka tidak bakal repot-repot bertemu, berdiskusi, dan bernegosiasi dengan Anda. Tugas Anda sebagai negosiator adalah mencari tahu dan menyelidiki dateline mereka yang sebenarnya.  Terkadang Anda harus bertanya pada lebih dari satu orang.  SELALU ada dateline, ketahuilah.

Rule 3 –Tighter Timeframe is at a Disadvantage
Bandingkanlah dateline mereka dengan dateline Anda. Jika sudah membandingkannya, maka pertimbangkanlah skenario-skenario berikut:
Dateline Anda lebih singkat, pendek atau lebih cepat dari mereka.
Dateline Anda lebih panjang, longgar atau lebih lambat dari mereka.
Aturan ketiga mengatakan bahwa pihak dengan dateline lebih singkat dan pendek, akan berada dalam posisi yang lemah. Ini dikarenakan dia menghadapi tekanan yang lebih besar dan harus lebih cepat mengambil keputusan atau membuat kesepakatan. Bila punya dateline lebih singkat, maka dia mendapat tekanan lebih besar, yang membuat mereka cenderung lebih mudah berkompromi untuk mencapai kesepakatan.
Maka dari itu, berhati-hatilah dalam memberikan informasi.  Bila mereka mengetahui bahwa dateline Anda lebih pendek dari mereka, maka Anda akan berada pada posisi yang lebih lemah untuk melakukan negosiasi dan mencapai kesepakatan.
Sebaliknya, bila dateline Anda lebih singkat dari mereka, tetapi Anda tetap mengatakan atau memberikan kesan bahwa dateline Anda lebih panjang atau longgar, maka mereka akan mengira bahwa mereka berada dalam posisi yang lebih lemah, walaupun faktanya Andalah yang lebih lemah.
Satu hal yang dapat Anda lakukan bila dateline Anda lebih singkat dari mereka adalah berdiskusi dengan bos Anda agar  dia dapat memberikan kelonggaran waktu. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan keuntungan dalam bernegosiasi.

Rule 4 – All Datelines Should Be Analyzed
Jadi, Anda harus tahu bahwa negosiator yang baik dan paham betul akan pentingnya dateline, mungkin tidak akan memberitahukan dateline yang sebenarnya pada Anda.  Anda harus lebih banyak bertanya, lakukan cross-check pada orang lain, dan selidikilah lebih lanjut kebenaran informasi yang ada.  Bila terdapat banyak informasi yang tidak akurat dan tidak konsisten, itu merupakan bukti bahwa mereka berbohong tentang dateline mereka. Bila mereka tahu bahwa Anda mengetahui mereka berbohong tentang dateline mereka, maka posisi Anda akan menjadi lebih kuat.

Rule 5 – Generally Patience Pays
Anda harus bersabar, tenang, dan jangan emosional dalam bernegosiasi. Negosiator yang emosional kerap tidak dapat mengambil keputusan yang logis dan benar, yang seringkali baru disesalkan kemudian. Mereka mungkin akan mencoba untuk memprovokasi dan membuat Anda menjadi emosional. Jangan terpancing, dan kekuatan akan tetap di tangan Anda.

Rule 6 – A Proposal Tended Closer to the Dateline Has More Credibility
Peraturan ini benar adanya. Bila ingin agar pihak lain berpikir bahwa ini adalah tawaran terakhir Anda, maka Anda dapat memberikan proposal sedekat mungkin dengan waktu dateline mereka. Ini akan menunjukkan pada mereka bahwa Anda sudah memikirkan semuanya dengan matang, melihat segala kemungkinan, dan ini adalah benar-benar tawaran terakhir Anda. Berikan tawaran terakhir Anda pada waktu yang sedekat mungkin dengan dateline yang ada.  Hal ini mempunyai keuntungan yang lain, yaitu mereka tidak punya banyak waktu lagi untuk melakukan tawar-menawar dan cenderung akan menerima tawaran Anda.

TIP: “I” Stands For “INFORMATION”
Sudah merupakan hal yang umum bahwa input dapat mengubah output.  Informasi (INPUT) yang Anda terima secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi tindakan, strategi, dan perilaku Anda (OUTPUT). Begitu pula, informasi yang dimiliki oleh pihak lain juga akan mempengaruhi tindakan, strategi dan perilaku mereka. Karenanya, Anda harus mencari informasi, mendengarkan dengan seksama informasi-informasi penting yang mungkin diberikan secara tidak sadar oleh pihak lain.
Karena input mempengaruhi output, Anda juga bisa memberikan informasi yang relevan kepada mereka agar dapat mempengaruhi tindakan, strategi dan perilaku mereka. Bagaimana Anda menghendaki mereka bertindak? Berikan informasi yang nantinya dapat memberikan keuntungan bagi Anda.
Pertahankan selalu konsentrasi anda.  Orang cenderung untuk memberikan informasi secara ceroboh bila mereka kehilangan konsentrasi. Orang dapat kehilangan konsentrasi bila mereka sedang lelah. Jadi sebelum bernegosiasi, pastikan anda mendapatkan istirahat yang cukup. Bila memungkinkan, lakukan negosiasi bila mereka sedang lelah, dan Anda sedang dalam kondisi puncak.
Memberikan informasi kepada pihak lain mungkin menunjukkan bahwa Anda mempercayai mereka. Saling bertukar informasi dapat mempererat hubungan yang ada. Namun berhati-hatilah bila mereka memberikan informasi kepada Anda. Jadi perhatikanlah dengan baik informasi yang Anda berikan dan dapatkan.

TIP: “P” Stands For “POWER”
POWER adalah kemampuan Anda untuk mempengaruhi perilaku pihak lain.  Pertama-tama, Anda harus menyadari bahwa pada situasi apapun dalam negosiasi, Anda SELALU punya kekuatan (power). Bahkan jika anda merasa tidak mempunyai kekuatan dan berada dalam posisi yang lemah, anda tetap punya kekuatan. Mengapa? Karena ada dua macam kekuatan:
Real Power (kekuatan yang sesungguhnya), karena kekuatan memang di tangan Anda.
Perceived Power, yaitu Anda sebenarnya tidak mempunyai kekuatan, tetapi pihak lain tidak tahu atau mengira kekuatan Anda lebih besar dari mereka.
Jadi, jika Anda tidak memiliki kekuatan, Anda dapat menciptakan kesan, bahwa Anda mempunyai kekuatan. Sebenarnya, kita sering UNDER-ESTIMATE dengan kekuatan kita sendiri ketika bernegosiasi, dan terlalu OVER-ESTIMATE kekuatan pihak lain!
Tahukah Anda? Pihak lain mungkin punya pikiran yang sama dengan Anda dalam hal ini. Jadi ciptakan saja kesan, bahwa Anda memiliki bargaining power yang lebih besar daripada mereka. Maka mereka secara psikologis akan merasa lebih lemah. Jadi, negosiasi tidak jauh berbeda dengan keahlian dalam permainan pikiran.

Kesimpulan
Nanti, saat Anda akan melakukan negosiasi, ingatlah selalu prinsip-prinsip The Nucleus of Negotiation.  Ingatlah selalu “TIP”. Selamat bernegosiasi! (James Gwee T.H.)

( Sumber: marketing.co.id )

Senin, 04 Februari 2013

Tips Bisnis Untuk Anda : Kapan Perlu Agensi dan Bagaimana Cara Memilihnya

Dari buku cerdas beriklan, untuk poin yang pertama dari judul diatas, yaitu kapan kita membutuhan agensi iklan, mudah dijawab.
Ketika anda merasa mempertaruhkan dana yang besar dan anda tidak memiliki kemampuan profesional untuk mengelola dana promosi, saat itulah anda sebaiknya menggunakan agensi.
Hal itu berlaku baik bisnis yang besar maupun bisnis yang kecil.
Kalau begitu, sudah selesai dong pembahasan untuk topik kali ini. Tidak! Justru pembahasannya akan semakin meluas. Poin yang kedua dari judul diatas yang perlu pembahasan lebih lanjut.
Agensi ini bukan cuma “tukang pasang iklan”. Kalau agensi ini anda posisikan sebagai “tukang pasang iklan”, semua orang juga bisa pasang iklan.
Mungkin anda bisa beralasan bahwa,”Ya kan ada potongan harganya?” Bukan disitu manfaat intinya. Agensi harus bisa berperan sebagai konsultan yang bisa mengarahkan media mana yang dipilih, yang sebaiknya dipakai.

Berapa kali tayangnya, kapan saja, berapa besar, bagaimana polanya dan sebagainya. Agensi juga harus bisa memberikan solusi bagaimana caranya agar bisa seimbang antara efisiensi dan efektivitas penggunaan media. Agensi juga bukan cuma tukang gambar.
Ekstrimnya, kalau cuma bisa gambar, keponakan saya yang duduk di kelas tiga SMK-pun juga bisa.
Disini agensi punya tanggung jawab untuk merumuskan apa yang harus dikatakan kepada konsumen dan bagaimana cara mengatakannya kepada konsumen.
Tentunya tentang produk atau jasa anda. Agensi harus mampu mengkombinasikan antara manfaat produk atau jasa anda dengan kebutuhan konsumen yang akan ditarget.
Jadi berhati-hatilah dalam memilih agensi. Sebuah agensi minimal harus mampu menjalankan fungsi sebagai pengembang konsep komunikasi, penemu ide kreatif dan juga bisa menjalankan atau mengeksekusi ide tersebut.

Maka dari itu, pilihlah agensi yang punya kemampuan kreatif. Semakin kecil dana promosi anda, semakin besar tuntutan akan kreativitas ini. Mintalah portofolio agensi tersebut sebelum anda menandatangani kontrak.
Dari karya-karya sebelumnya, paling tidak anda bisa mengukur bobot kreativitas agensi tersebut.
Selain itu, pilihlah agensi yang punya hubungan baik dengan media. Biasanya hubungan baik ini terjadi karena seringnya volume order atau reputasi keuangan yang dimiliki agensi tersebut cukup baik.
Ada cara yang bagus buat anda untuk memilih agensi yang baik agar anda tidak kecewa karena salah memilih agensi.

Undang maksimal 3 agensi ke kediaman atau kantor anda. Beri mereka pengarahan sebentar. Kemudian beri mereka waktu yang sama untuk mempresentasikan jasa mereka.
Tapi ingat, anda harus berbuat jujur. Jangan curi ide mereka. Pilihlah yang terbaik dari mereka. Ok, selamat memilih agensi periklanan

Selasa, 29 Januari 2013

3 Pedoman Penting Dalam Usaha, Nasehat Bisnis Berharga Buat Anda


Saya pernah membaca buku tentang nasihat bisnis. Satu dari sekian nasehat bisnis yang ada di buku tersebut sangat menarik untuk saya bagikan, yaitu nasehat dari Jerry Jones.
Jerry Jones adalah pemilik dan general manager Dallas Cowboys Football Club.
Jerry Jones membagikan 3 pedoman bisnis yang ia dapatkan dari ayahnya yang bernama Pat Jones, yang menurutnya dikarunai insting bisnis yang hebat.
Tiga pedoman yang sangat penting itu adalah :

1. Sebagai seseorang yang masih muda, bergaullah dengan orang yang lebih tua.
Bergaul atau berhubungan dengan orang yang lebih tua yang memiliki catatan keberhasilan di dalam karier profesional mereka adalah sebuah hal yang sangat penting.
Jika anda berinteraksi dengan orang-orang seperti ini, anda dapat mengambil keuntungan dari pengetahuan, pengalaman, dan kebijaksanaan mereka yang dapat membuat anda terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Jangan pernah melewatkan kesempatan untuk menjalin hubungan baik dengan mereka yang telah lebih berpengalaman dan berhasil, dibidang apapun. Ajukan pertanyaan kepada mereka dan belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik.

2. Secara filosofi, buatlah pintu depan yang besar dan pintu belakang yang kecil.
Pintu besar disini maksudnya adalah membawa banyak kesempatan untuk meraih pendapatan dan pertumbuhan ke dalam operasi anda, sekaligus hanya membiarkan sejumlah kecil prospek pergi tanpa dieksplorasi terlebih dahulu.
Sikap ini merupakan sikap untuk selalu terbuka dan bersedia untuk secara agresif mengejar dan sebisa mungkin mengembangkan sebanyak mungkin kesempatan yang ada. Seperti mengangkat jaring ikan, tetapi jangan membiarkan terlalu banyak ikan yang melompat dari perahu.
Pintu belakang yang kecil adalah memiliki manager-manager penting yang mampu melaksanakan berbagai tugas. Pekerjakan sedikit orang berbakat dan kembangkan mereka.
Uruslah mereka. Biarkan mereka berproduksi dan berkembang. Kemudian pertahankan mereka dan jangan biarkan mereka pergi. Jika anda ingin mempertahankan banyak karyawan, penting untuk melakukannya di bidang-bidang yang menghasilkan pendapatan.

3. Kadang permainan terbaik di dalam futbol adalah permainan yang hanya akan membuat anda kembali ke arena latihan.
Sering kali seseorang menjadi sangat sukses jika ia secara konsisten dapat bertahan di dalam permainan.
Jika menyangkut pengambilan resiko dalam dunia usaha, saya hanya mengenal segelintir orang yang benar-benar sukses dan dapat membuat keputusan yang tepat dalam waktu yang jauh lebih banyak dari 50% waktu yang mereka miliki.
Namun, mereka tetap sukses dengan memperkecil kerugian mereka dan kembali bangkit.

( Sumber: Dikelolah dari Berbagai Sumber )

Percayai Info Usahanya, Tapi Buktikan Kebenarannya


Jika anda ingin membeli sebuah barang, pasti anda selalu berusaha untuk mendapatkan merek terkenal, kualitas yang bagus, kemasan yang baik atau desain yang inovatif.
Anda akan berusaha untuk mendapatkan informasi tentang barang yang akan anda beli untuk memastikan bahwa si penjual menawarkan yang terbaik bagi anda.
Dalam dunia bisnis dan investasi, hal itu juga berlaku. Memastikan info usaha mutlak untuk kita lakukan. Kita menginginkan aset dan investasi yang dibeli adalah yang terbaik bagi kita.

Sayangnya, seringkali kita tidak begitu teliti untuk mendapatkan info usaha, setidaknya tidak seperti saat kita hendak membeli sebuah kulkas, mebel atau handphone.
Kita terlalu percaya dengan opini yang terbentuk. Jarang sekali mencari tahu detail info usaha tersebut. Apalagi jika nominal keuntungannya besar dan membutuhkan modal kecil, sesuatu yang membuat angan-angan kita terbang. Pasti kita dengan segera akan mempercayai info usaha yang datang. Anda tahu mengapa kita bersikap seperti itu? Sederhana saja, yaitu harga yang harus kita bayar.
Kita mungkin harus menyediakan waktu yang lebih untuk mempelajari sebuah info usaha. Padahal kita sangat ingin beristirahat karena lelah bekerja seharian. Atau kita harus menyisihkan sedikit uang tanpa ada keuntungan untuk mendapatkan kebenaran sebuah info usaha.

Kita dipaksa berpikir lebih keras dan berusaha dengan lebih sabar dari yang biasanya untuk benar-benar dapat mempercayai sebuah info usaha. Sesuatu yang membuat kita harus keluar dari zona kenyamanan.
Jika anda tahu Napoleon Barragan, anda pasti bisa memetik pelajaran bisnis yang berharga dari dia. Napoleon Barragan adalah chairman dan CEO 1-800-MATTRESS, seorang pedagang yang menjual kasur selama lebih dari 20 tahun. Dia selalu berusaha merk terbaik, kualitas terbaik, dan konstruksi yang paling inovatif, untuk memastikan bahwa dia menawarkan yang terbaik kepada konsumennya.
Napoleon beruntung dapat mempekerjakan seorang “vice president of merchandising” yang memiliki resume yang luar biasa di bisnis kasur. Tidak lama setelah menduduki jabatan tersebut, vice president tersebut berkata, “Mari kita sobek dan lihat sendiri apa saja yang ada di dalam kasur yang kita jual.”
Mereka menyobek kasur-kasur yang mereka jual dan ternyata mereka menemukan bahwa kasur tersebut tidak sesuai dengan kemasan serta materi pemasarannya seperti brosur, iklan dan janji yang ditawarkan kepada konsumen.

Napoleon Barragan selama ini selalu percaya dan ingin terus menjadi seseorang yang selalu percaya kepada orang lain, tetapi hal itu tidak menyurutkannya untuk mengikuti nasihat tentang yang diberikan vice president-nya : “Pahami isinya, dan ikuti janji yang telah diterapkan Microsoft; Percayai, Tapi Buktikan”.
Anda tidak perlu se-ekstrem itu. Tapi apabila anda mendapatkan info peluang usaha apalagi info bisnis terbaru, ingatlah selalu nasihat diatas, “Pahami isinya, dan ikuti janji yang telah diterapkan Microsoft; Percayai, Tapi Buktikan”.

 ( Sumber: Dikelolah dari Berbagai Sumber )

Senin, 28 Januari 2013

5 Jurus Marketing Video yang Efektif

Video semakin menjadi media pilihan para pebisnis untuk menjalankan strategi marketing mereka. Menurut penelitian, cara paling jitu untuk merebut hati calon konsumen adalah dengan menggunakan marketing video. Hal tersebut ditambah dengan semakin mudahnya orang berbagi video melalui jejaring sosial seperti YouTube, Facebook, ataupun Google+. Namun permasalahannya adalah bagaimana Anda memastikan bahwa video Anda disaksikan orang? Berikut langkah jitu untuk memastikan jutaan mata menyaksikan video marketing Anda.

1. Tentukan Pasar Anda
Sebelum memutuskan untuk membuat video marketing. Jangan lupa untuk menentukan pasar dari produk Anda. Memahami tipologi serta demografis calon konsumen sangat penting untuk memastikan marketing Anda berjalan efektif nantinya. misalnya untuk marketing dalam bentuk video, pastikan pasar konsumen Anda didukung dengan teknologi yang mumpuni sehingga video marketing Anda tidak sia-sia dan salah sasaran.

2.Tentukan Fans Base Anda di Sosial Media
Fans adalah sumber daya terbaik untuk menyebarkan berita serta segala bentuk marketing yang Anda lakukan termasuk video. Apakah Fans Base Anda di Twitter, Facebook atau Google+ . sosial media memiliki nilai masif saat Anda berbagi marketing video. Sebagai contoh Anda berbagi video marketing di Twitter, bila Twitter merupakan Fans base Anda, otomatis mereka akan meretweet dan video marketing pun akan tersebar secara masif yang akhirnya akan mendatangkan calon konsumen lain.

3. Share Smart!
Berbagi kontent memang menjadi cara jitu untuk mendapat impresi di dunia maya. Namun dengan maraknya link yang ternyata sebuah jebakan atau virus, hal ini membuat orang semakin enggak mengklik sebuah link hasil share konten. Pikirkanlah hal tersebut. Lakukanlah sharing atau berbagi dengan cerdas dengan menggunakan media yang jelas seperti Facebook, Twitterdan lain-lain. Pastikan Anda tidak dianggap spam agar marketing video Anda maksimal.

4. Buatlah Menarik
Membuat marketing video memang harus kreatif dan menarik. Apalagi banyak orang yang suka dengan hal-hal baru. Kemaslah video marketing Anda dengan cerdas seperti dengan games atau permainan yang menyenangkan. Berikan insentif tertentu agar lebih semangat. Tidak harus mahal, Anda dapat menawarkan sesuatu yang cukup apresiatif seperti potongan harga atau eksklusif produk.

5. Otentik
Ditengah banyaknya marketing video saat ini, membuat sebuah marketing video yang otentik memang menjadi pilihan cerdas untuk merebut hati konsumen. Lebih dari sekedar ide dan gagasan, keotentikan dari video marketing juga mencakup aspek keseluruhan termasuk promosi yang diberikan. Karena jika hanya sebagai janji belaka, tidak heran banyak konsumen yang akan kecewa.(peoplemeetme)

( Sumber: Dikelolah dari Berbagai Sumber )

Kamis, 24 Januari 2013

Kesalahan Strategi Promosi dalam Bisnis UKM

Membangun sebuah usaha yang sukses bukan hal yang mudah bagaikan membalikan telapak tangan. Walaupun sulit para pelaku usaha di Indonesia termasuk banyak yang sukses dalam mengelolah bisnisnya dan bisa mempekerjakan banyak pegawai.
Selain banyak pelaku usaha yang sukses, tapi tidak sedikit juga para pelaku usaha yang gulung tikar. Ada banyak kendala yang dihadapi salah satunya dalam hal pemasaran produk. Bahkan menurut hasil penelitian, 83% masalah yang dihadapi para pelaku usaha rata-rata karena mereka belum memiliki strategi pemasaran yang efektif, sehingga tidak heran bila mereka sering mengalami kesulitan untuk mendapatkan calon pelanggan.
 Berikut kesalahan tersebut yang dilansir dari bisnis ukm.

1. Kurangnya pemahaman mengenai cara promosi yang efektif
Sebagian besar pengusaha kurang memahami tentang cara promosi yang efektif. Mereka menganggap kegiatan promosi hanya akan menghabiskan banyak biaya, padahal umpan balik yang mereka terima tidak sebesar apa yang mereka keluarkan. Pemahaman inilah yang membuat pelaku UKM yang memperhatikan strategi promosi, sehingga mereka hanya memasarkan produknya secara tradisional tanpa didukung dengan kegiatan pemasaran yang optimal.

2. Kurang melibatkan emosi pelanggang
Selama ini strategi promosi yang dilakukan pelaku UKM hanya sebatas menonjolkan kelebihan produknya tanpa memahami keinginan maupun emosi para pelanggan. Akibatnya, pelanggan kurang tertarik dengan penawaran yang disampaikan, dan cenderung berpaling ke produk lain yang pelayanannya lebih terjamin.

3. Mengikuti strategi promosi perusahaan besar
Terkadang pelaku UKM menggunakan strategi promosi yang kurang sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Mereka cenderung mengikuti trend promosi perusahaan besar yang biasanya lebih memperhatikan citra perusahaan dan pastinya membutuhkan biaya promosi cukup besar. Misalnya saja dengan memasang billboard atau baliho dengan ukuran yang cukup besar, memasang iklan di televisi nasional, maupun melakukan strategi promosi CSR untuk menjaga citra baik perusahaan.

4. Tidak pernah mengukur dan menguji
Setiap menjalankan strategi promosi, tentunya kita mengharapkan hasil yang optimal dan mendapatkan untung penjualan yang cukup besar. Untuk mewujudkannya, para pelaku UKM harus rajin-rajin mengamati tingkat keefektifan strategi dan melakukan pengujian langsung untuk mengetahui apakah strategi tersebut berjalan lancar atau tidak. Apabila pelaku UKM tidak pernah melakukan pengukuran dan pengujian secara rutin, dikhawatirkan mereka tidak akan mengetahui strategi promosi mana yang paling efektif.

5. Menginginkan semuanya serba instan
Kebanyakan pelaku UKM menginginkan penjualan optimal dengan menempuh satu langkah promosi yang serba instan. Tentunya hal tersebut sangat bertentangan dengan kondisi di lapangan, dimana pelaku usaha dituntut untuk menjalankan promosi step by step, mulai dari menentukan segmentasi pasar, membangun hubungan baik dengan calon konsumen, hingga memberikan solusi tepat bagi para pelanggan Anda.
Dengan menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan perusahaan, diharapkan strategi promosi yang dijalankan bisa menghasilkan omset penjualan yang optimal.

( Sumber: Dikelolah dari Berbagai Sumber )

Selasa, 22 Januari 2013

Mengubah First Time Buyer Menjadi Repeat Costumer

Setiap hari, terdapat jutaan pelanggan atau konsumen di pasar Indonesia yang disebut sebagai “first time buyer”. Mereka adalah konsumen atau pelanggan yang baru bagi suatu perusahaan karena baru pertama kali membeli suatu produk atau jasa yang mereka produksi selama ini. Bisa juga, mereka adalah pelanggan baru dari sebuah toko atau outlet walaupun mereka bukan pelanggan baru untuk produk yang mereka beli.
First time buyer ini, tentu saja merupakan nadi yang penting bagi perusahaan untuk tumbuh. Apalagi bila penetrasi suatu produk atau jasa masih kecil dan pasar masih memiliki konsumen atau pelanggan yang belum pernah mencoba produk tersebut. Kadang-kadang, first time buyer disebut dengan “trialist” karena perusahaan sadar bahwa sebagian besar dari motif mereka membeli atau menggunakan produk tersebut adalah sekadar untuk mencoba.

Mereka sering disebut dengan “first time buyer” dan bukan “first time customer” karena proses pembeliannya adalah transactional dan bukan berdasarkan relationship. Mereka belum menjadi pelanggan, tetapi masih disebut pembeli. Kepuasan mereka belum terbentuk karena memang belum merasakan dan loyalitas mereka belumlah teruji.
Ketika pasar sudah mulai jenuh karena tingkat penetrasi semakin tinggi dan ditambah dengan jumlah pesaing yang semakin banyak, tak ayal lagi, perusahaan akan dihadapkan pada situasi di mana harus mengubah “first time buyer” ini menjadi “repeat customer”. Bila tidak, mereka akan dihadapkan kepada biaya akuisisi yang semakin tinggi dan akhirnya—pada titik tertentu—daya saingnya semakin melemah dibandingkan dengan perusahaan yang sudah memiliki pelanggan loyal.

Berbagai industri di Indonesia, sudah mengalami tantangan ini. Mereka harus benar-benar mengubah pembeli pertama ini menjadi pembeli atau pengguna yang loyal. Pasar seluler adalah contoh nyata. Kemampuan para pemain dalam industri ini untuk mendapatkan first time buyer masih sangat tinggi. Telkomsel misalnya, yang pada akhir April 2005 silam sudah mendapatkan total pelanggan 18,5 juta, masih saja setiap hari mampu menarik puluhan ribu pembeli baru. Kartu As-nya yang baru diluncurkan selama 11 bulan, bisa menyedot hampir 5 juta first time buyer.

Pemain yang lain seperti Mentari, IM3, Pro-X atau Telkom Flexi, juga menikmati pertumbuhan dari para first time buyer ini. Apalagi, dengan harga perdana yang lebih murah dari harga isi ulang pulsanya, magnit untuk menjadi first time buyer ini jelas semakin besar. Mereka membeli kartu perdana dengan Rp25.000, tetapi mendapatkan pulsa seharga Rp35.000. Akibatnya, daripada isi ulang, mereka yang tidak peduli dengan nomer telepon atau bersedia untuk berganti-ganti nomor, memilih untuk beli katu perdana lagi bila pulsanya sudah habis. Dengan kata lain, tingkat kebocoran akibat perusahaan tidak mampu memindahkan first time buyer menjadi repeat customer ini, sangatlah besar.

Dalam industri perbankan, akuisisi yang cepat terjadi untuk pelanggan e-banking. Beberapa bank berlomba-lomba mendapat pelanggan baru untuk produk-produk mereka seperti internet banking, SMS atau call banking. Terutama untuk SMS banking, dengan total potensi pelanggan yang bisa mencapai 10 juta di 5 tahun mendatang, maka proses untuk mencari first time buyer ini haruslah semakin agresif. Dalam beberapa tahun kemudian, permasalahan untuk mengubah mereka menjadi “repeat customer” akan segera muncul. Sekarang saja, dari mereka yang menjadi subscriber untuk layanan e-banking ini, hanya sekitar 10-20% saja yang aktif menggunakan.

Lalu, apa kiat-kiat untuk mengubah first timer buyer ini agar membeli atau menggunakan produk yang mereka beli pertama kali? Pada prinsipnya, sebagian sama dengan kiat-kiat untuk menjadikan pelanggan loyal. Pembentukan loyalitas adalah proses dengan perspektif yang lebih panjang. Loyalitas juga menekankan kepada aspek cross-selling, sedangkan mengubah first time buyer menjadi repeat customer ini lebih menekankan agar mereka melakukan pembelian kedua dan ketiga. Jadi, perspektif waktunya lebih moderat dan biaya investasinya lebih kecil dibandingkan dengan upaya-upaya untuk membentuk loyalitas.

Jadi, bila loyalitas adalah suatu proses terintegrasi, maka upaya untuk menjadikan first time buyer menjadi repeat customer ini adalah bagian dari proses pembentukan loyalitas dalam jangka panjang.

Dari First Time Menjadi Repeat
Berikut ini adalah beberapa tip bagaimana perusahaan-perusahaan telah sukses mengubah first time buyer menjadi repeat customer. Tentunya, setiap tip tidak berlaku untuk semua industri. Setiap industri memiliki pelanggan dengan karakteristik dan harapan yang berbeda, demikian pula, berbeda dalam struktur persaingannya.

Pertama, dengan mengucapkan terima kasih. Ini adalah komunikasi sederhana yang sering dilupakan oleh banyak perusahaan. Pada saat mereka menjadi first time buyer, sangat mungkin, mereka mencoba karena diberikan iming-iming hadiah atau harga yang spesial. Jadi, pada saat itu, mereka sungguh tertarik dengan kata-kata seperti “discount” atau “free”. Tetapi setelah pembelian pertama, mereka mengharapkan ucapan terima kasih.
Industri perbankan, telekomunikasi, ritel atau industri jasa pada umumnya, dengan mudah melakukan hal ini. Industri seperti consumer goods yang memiliki jutaan konsumen, sangatlah sulit menerapkan program seperti ini. Yang dapat dilakukan adalah dengan mencantumkan terima kasih di labelnya.

Kedua, ucapan terima kasih ini bisa digabungkan dengan upaya untuk mencari feedback dari pelanggan atau konsumen. Perusahaan bisa menanyakan kepada pelanggannya apakah mereka punya problem dan sudah puas dengan produk atau jasa yang mereka beli. Hal ini juga sekaligus menjadi semacam dorongan kepada mereka untuk menggunakan produk atau jasa secepatnya, seandainya ternyata produk yang dibeli belum digunakan. Dengan menciptakan kepuasan di awal, sudah tentu merupakan modal yang besar untuk dapat menciptakan repeat customer.

Ketiga, terus mengkomunikasikan “value” yang perusahaan dapat berikan. Bisa terjadi, bahwa first time buyer tidak mengetahui seluruh value yang perusahaan dapat berikan. Seorang pelanggan yang baru saja menginap di suatu hotel, belum tentu dia mengetahui fasilitas apa saja yang disediakan hotel setelah satu malam menginap.
Seorang nasabah yang baru saja menjadi pemakai SMS banking, belum tentu mengetahui lebih dari 50% dari semua benefit yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi perusahaan untuk terus mengkomunikasikan fitur-fitur lain atau benefit yang dapat mereka peroleh dengan terus menggunakan produk ini. Apalagi, bila pembelian dilakukan secara impulse atau keputusan saat membeli sekedar mencoba dan hanya dengan informasi terbatas, sangatlah mungkin bahwa sekitar 50% hingga 90% dari first time customer ini tidak akan menjadi pembeli lagi.

Keempat, perusahaan dapat menciptakan berbagai program garansi. Ini penting untuk memberikan keyakinan kepada mereka untuk pembelian yang akan datang. Garansi, sebisa mungkin harus unconditional, mudah dimengerti dan mudah dieksekusi oleh pelanggan. Program garansi ini mengurangi persepsi risiko yang mungkin dihadapi oleh pelanggan.

Kelima, berupaya untuk terus mengedukasi penggunaan produk atau jasa. Sangat besar kemungkinan first time buyer untuk tidak membeli lagi karena mereka tidak bisa menggunakan produk secara optimal. Perusahaan yang menjual alat elektronik misalnya, bisa menawarkan jasa untuk memberikan training kepada mereka untuk menggunakan produk dengan baik sehingga memberikan manfaat maksimal. Apalagi, untuk produk-produk yang berbau teknologi tinggi, proses edukasi kepada first time buyer ini sungguhlah sangat penting. Ini akan menciptakan kepuasan mereka dalam menggunakan. Selain mereka merasakan manfaat yang lebih maksimal, mereka juga akan merasa lebih nyaman.

Keenam, kepada mereka dapat ditawarkan berbagai program “reward” sejak pertama kali. Ini akan mendorong mereka untuk terus mengumpulkan reward setiap saat menjadi repeat customer. Reward ini tentunya harus didesain dengan cara yang menarik dan benar-benar dapat memotivasi mereka untuk terus menggunakan. Pointr Reward adalah salah satu aplikasi program reward yang cukup luas digunakan oleh berbagai perusahaan.

Ketujuh, akan sangat baik bila perusahaan mulai menyusun database dari para first time buyer ini dan kemudian menggunakan untuk berbagai program di kemudian hari. Produk kartu prabayar adalah contoh industri yang benar-benar sulit memanfaatkan database. Mereka yang membeli kartu perdana, tidak dikenal namanya oleh perusahaan. Inilah yang mengakibatkan kesulitan para pemain seluler untuk membuat first time buyer ini menjadi repeat customer. Perusahaan relatif sulit untuk berinteraksi secara efektif. Mereka bisa dijangkau dengan SMS, tetapi karena tidak mengenal mereka dengan baik, sungguhlah sulit untuk berkomunikasi secara efektif.

( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )  

Cara Jitu Pebisnis untuk Mendapatkan Pelanggan Perdana

Memang untuk memulai suatu bisnis apapun pasti menemui sebuah kendala. Kendala-kendala itu, biasanya yang sering dijumpai oleh para pemula di dunia bisnis, seperti berupa persediaan stok barang yang belum mencukupi maupun tentang harga jual yang ideal. Tapi, kebanyakan para pemula ini akan bingung bagaimana mendapatkan pelanggan perdananya.
Mungkin Anda pernah melihat bagaimana seorang penjual buah atau apapun jualannya, jika ada pelanggan pertama pasti bagi penjual itu sangat senang. Saking senangnya uangnya itu sampai ditempelkan ke produk mereka. Walaupun tidak berpengaruh apa-apa, tapi itu menandakan suatu awal yang baik dari penjualan.
Maka dalam artikel ini kami sajikan bagaimana membantu para pemula bagaimana cara mendapatkan pelanggan perdana dalam menjual suatu produk.

1. Harus bisa membedakan konsumen sesuai karakter mereka
Para pelaku usaha harus bisa membedakan konsumen sesuai dengan karakter para pelanggan. Setelah itu bisa membedakan dengan jenis kelamin mereka lalu profesi pelanggan yang digeluti.
Maka dengan membedakan itu semua Anda bisa merencanakan strategi pemasaran yang efektif agar bidikan kekonsumen terfokuskan. Sehingga program bagi pelaku usaha bisa sesuai dengan keinginan pelanggan.

2. Selalu jalin silatuhrahmi untuk memperluas pangsa pasar
Menjalin silahtuhrahmi adalah salah satu cara jitu untuk mendapatkan pelanggan perdana. Apalagi jika Anda seorang yang bisa dipercaya, maka tak bisa dipungkiri pastinya pelanggan itu akan selalu berdatang untuk melihat produk yang Anda tawarkan.
Dengan menjalin silahtuhrahmi yang baik kepada para pelanggan adalah salahsatu strategi untuk membangun networking.

3. Harus bisa membidik konsumen potensial di sekitar Anda
Cara jitu yang ketiga adalah harus bisa membidik pelanggan potensial di sekitar kita. Bagaimana caranya? Jika Anda punya produk unggulan coba pertama Anda tawarkan kepada keluarga terdekat, teman-teman yang akrab baik itu teman kampus maupun teman kerja, coba Anda persentasikan kepada mereka dengan yakin bahwa produk yang Anda perkenalkan adalah produk terbaik.

4. Selalu menjaring konsumen baru dari pelanggan setia
Setelah mendapat pelanggan dengan hasil kerja sendiri, bagaimana mendapatkan pelanggan perdana dari pelanggan setia. Memang jika usaha Anda berhasil dengan produk yang sangat disukai oleh banyak orang, tidak menutup kemungjkinan para pelanggan setia tersebut melakukan strategi word of mount (dari mulut ke mulut).

Bisa dicontohkan bagaimana para pelanggan setia ini merekomendasikan produk Anda kepada saudara atau teman dekat yang mereka miliki. Sehingga produk yang ditawarkan menjadi disukai dan laku.
Maka peran pelanggan setia sangat penting sekali untuk memajukan bisnis Anda dan sudah sewajarlah bagi Anda untuk memberikan perhatian khusus bagi pelanggan setia seperti menawarkan bonus yang cukup menarik sehingga mereka semakin loyal kepada Anda.

( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber ) 

Senin, 21 Januari 2013

Pentingnya Diferensiasi Bagi Produk atau Jasa Anda, Bahkan Bagi Perusahaan Anda!

Untuk mendapatkan tempat di hati konsumen, anda harus didukung dengan diferensiasi yang kuat. Terutama jika produk atau jasa anda bersaing di pasar yang ketat. Diferensiasi akan membuat anda lebih dikenal oleh konsumen anda.
Apa itu diferensiasi? Saya akan terangkan apa itu diferensiasi dengan bahasa yang mudah anda pahami, sesuai dengan janji saya yang telah lalu.
Menurut bung Hermawan Kertajaya, definisi diferensiasi adalah sebagai berikut : “Semua upaya yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan perbedaan diantara pesaing dengan tujuan memberikan nilai yang terbaik untuk konsumen“.
Bingung? Kalau anda bingung, contoh diferensiasi adalah anda terkenal karena keramahan pelayanannya atau karena produk anda benar-benar berbeda dari para pesaing anda. Pokoknya segala sesuatu yang membedakan anda dari pesaing anda, itulah diferensiasi.
Untuk menciptakan diferensiasi yang kuat, anda harus berkonsentrasi pada tiga hal :
  1. Konten (what to offer)
    Yaitu “apa” value yang anda tawarkan kepada pelanggan. Jadi anda membedakan diri dengan pesaing berdasarkan “apa” yang anda tawarkan kepada pelanggan.
  2. Konteks (how to offer)
    Disini anda membedakan diri dari pesaing berdasarkan pada “bagaimana” cara anda menawarkan value atau nilai tersebut kepada pelanggan.
  3. Infrastruktur (enabler)
    Yaitu faktor-faktor yang mendukung terlaksananya diferensiasi konten maupun konteks diatas. Infrastruktur ini menunjukkan pembedaan terhadap pesaing berdasarkan kemampuan teknologi, kemampuan sumber daya manusia dan fasilitas yang dipunyai untuk mendukung terlaksananya diferensiasi konten dan konteks diatas. Pendek kata, infrastruktur adalah semua hal yang anda punyai yang bisa menciptakan perbedaan “apa” yang anda tawarkan dan “bagaimana” cara anda menawarkan kepada pelanggan.
Ok, langsung saya kasih contoh sederhana tentang 3 hal di atas. Misalkan anda jualan pisang goreng. Perhatikan poin pertama diatas, konten atau “apa” yang anda tawarkan.
Anda bisa gunakan bahan baku pisang yang berbeda. Umpamanya pesaing anda menggunakan pisang raja, anda menggunakan pisang susu. Anda buat rasa pisang goreng anda tersebut enak dengan rasa dan aroma yang khas, kriuk dan selalu hangat.
Pisang goreng anda-pun macam-macam rasanya. Ada pisang goreng rasa coklat, rasa susu bahkan rasa strawberry. Jadi, pisang goreng anda benar-benar berbeda dengan pisang goreng pesaing anda.
Kemudian perihal konteks atau “bagaimana” cara anda menawarkan pisang goreng anda. Jika orang lain menggunakan tenda biasa untuk menjual pisang gorengnya, anda bisa gunakan gerobak yang didesain berwarna-warni yang bisa menarik perhatian orang banyak. Anda sediakan paket-paket yang istimewa.
Buatlah kemasan untuk pisang goreng anda yang unik. Anda juga menyajikan pisang goreng dengan kecepatan yang jauh lebih cepat dari pesaing anda. Kalau anda masih “mumet”, intinya adalah pisang goreng anda ditawarkan dengan cara yang berbeda dengan pesaing anda, titik nggak pakai koma.
Sedangkan untuk poin ketiga yaitu infrakstruktur yang mendukung, pisang goreng anda bisa cepat tersaji karena anda punya kompor yang bisa memanaskan minyak dengan cepat tetapi tidak membuat gosong pisang goreng anda. Hebatnya lagi, pisang anda rasanya lebih kriuk dibandingkan dengan yang lainnya, karena teknologi kompor anda tersebut.
Selain itu, anda juga sudah menempatkan outlet-outlet anda di tempat-tempat yang strategis. Jadi apabila ada pelanggan anda yang ingin membeli produk anda tidak merasa kesusahan. Hal yang tidak bisa dilakukan oleh pesaing anda.
Tapi ingat, dalam membuat diferensiasi, anda harus memperhatikan dua hal berikut :
  1. Kreatif
    Menghasilkan yang unik yang menghindari produk komoditas.
  2. Positif
    Diferensiasi yang dibangun haruslah memberikan atau menambah nilai pada produk atau layanan yang anda berikan.
Percuma kalau anda memberikan produk yang kreatif, tapi tidak dibutuhkan dan tidak memenuhi keinginan konsumen. Atau produk anda sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen, tetapi produk anda adalah komoditas, tidak ada bedanya dengan produk lainnya.
Misalkan anda membuat abon dari badak. Ini memang kreatif karena belum pernah ada yang jual abon dari badak. Masalahnya adalah abon anda ini disukai konsumen tidak? Jangan-jangan malah tidak laku karena rasanya yang aneh atau karena anda diprotes oleh kelompok pencinta hewan langka.
Atau anda membuat abon sapi, akan tetapi abon sapi anda rasanya sama dengan abon-abon yang ada di pasaran. Ini yang disebut produk komoditas. Kalau sudah begini, anda terpaksa harus bertarung dengan harga. Inilah hal yang paling dihindari di dunia pemasaran, perang harga!
Anda sudah paham sekarang? Jadi kalau anda merancang produk atau jasa, ingatlah selalu hal-hal berikut ini : buatlah diferensiasi yang kuat, fokuslah pada konten, konteks dan infrastruktur serta tetap kreatif dan positif.
Ngomong-ngomong, yang benar diferensiasi apa differensiasi ya? :)

( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )

Minggu, 20 Januari 2013

Pengolahan Kentang Menjadi Makanan Ringan

Peranan kentang sebagai bahan sayuran dan penganan juga berkembang selaras dengan munculnya kreasi-kreasi baru mengenai cara dan bentuk pengolahannya.


Usaha penganan / snack tidak hanya monopoli industri menengah dan besar, tetapi juga diperankan untuk tujuan komersial oleh industri rumah tangga dan industri kecil.

Pasarnya tetap terbuka, tergantung pada kewirausahaan para pelaku bisnis, dari skala kecil hingga besar. Contohnya adalah keripik kentang dan cracker kentang.

KERIPIK KENTANG

Bahan Yang Dibutuhkan :

  1. Kentang 1 kg.
  2. Minyak goreng 0,5 kg.
  3. Larutan kapur sirih secukupnya.
  4. Garam secukupnya.
Cara Pembuatan :
  1. Kentang dikupas, lalu diiris tipis-tipis, kemudian direndam dalam larutan kapur sirih (10 gr liter air) selama 3 - 5 jam. Setelah itu dicuci lalu ditiriskan.
  2. Panaskan air hingga mendidih lalu ditambahkan garam 10 g/liter air, irisan kentang direndam dalam air selama 5-10 menit, kemudian tiriskan.
  3. Irisan kentang dijemur di bawah sinar matahari sampai kering.
  4. Irisan kentang digoreng dalam minyak panas.
 CRACKER 

Bahan Yang Dibutuhkan :
  1. Kentang rebus (dihaluskan) 1 mangkuk.
  2. Mentega ¼ mangkuk.
  3. Tepung terigu 1 mangkuk.
  4. Garam ½ sendok teh.
  5. Wijen ¼ mangkuk.
Cara Pembuatan :
  1. Semua bahan disatukan menjadi suatu adonan. Gilinglah di atas papan yang ditaburi dengan tepung terigu.
  2. Gosok diatasnya dengan air atau susu dan taburkan wijen atau kacang giling.
  3. Potong adonan tersebut dalam bentuk persegi kecil-kecil.
  4. Taruh diatas loyang yang telah dipoles dengan mentega atau minyak.
  5. Bakar sampai kering berwarna kuning kemerah-merahan. 
( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber ) 

6 Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Budidaya Kentang

Untuk berhasil dalam usaha hortikultura jenis budidaya kentang, ada 6 hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh para petani.

Yang pertama adalah persiapan dan pengolahan lahan yang akan digunakan. Kedua pemilihan bibit yang baik dan bebas penyakit, ketiga metode dan waktu penanaman.

Hal keempat yang harus diperhatikan adalah pemupukan, kemudian yang kelima adalah penggunaan mulsa plastik, dan terakhir perlakuan panen dan pasca panen.

1. PENGOLAHAN LAHAN
Sebelum ditanami kentang, lahan harus dipersiapkan dan dibersihkan dari tumbuhan penganggu atau sisa-sisa tanaman lama. Setelah itu tanah dibiarkan 1-2 minggu.

2. PEMILIHAN BIBIT

Bibit yang dianjurkan adalah kultivar introduksi unggul lkal seperti cosima, cipanas dan kultivar lokal lainnya. Kebutuhan bibit per hektar mencapai 1 ton.

3. PENANAMAN
Penanaman kentang di tegalan dilaukan awal musim hujan yaitu bulan Oktober / November, yang bisa dipanen pada bulan Januari / Februari atau bila akhir musim hujan yaitu bulan Maret / April akan dipanen pada bulan Juni / Juli.

Pada lahan sawah beririgasi, penanaman kentang bisa dilakukan di musim kemarau yaitu pasca bulan Mei. Musim tanam yang baik adalah pada musim hujan atau sekitar bulan April. Jarak tanam yang baik 70-80 x 30 cm.

4. PEMUPUKAN

Pemberian pupuk buatan (anorganik) bagi tanaman kentang sangat diperlukan dan penting. Ketersediaan pupuk tersebut, secara cepat dapat dimanfaatkan oleh akar untuk memperbaiki pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri.

Unsur makro terpenting yang ada dalam pupuk buatan adalah unsur Nitrogen (N). Unsur ini umumnya diberikan pada tanaman dalam bentuk pupuk urea dan ZA. Hanya saja tidak seluruh unsur N dari pupuk buatan itu bias dimanfaatkan tanaman, sebab unsur N mudah tercuci oleh air hujan dan sifatnya yang mudah menguap.

Bila unsur N hilang, maka dapat menurunkan kesuburan dan kegemburan tanah. Itu terjadi biasanya karena mikroorganisme yangberguna di dalam tanah mati dan tanah akan menjadi keras.

Kemudian produktivitas turun, kecuali dosis pupuk ditingkatkan. Perlu diperhatikan juga jika dosis pupuk ditingkatkan akan berdampak negatif, yaitu akan mempercepat turunnya daya dukung tanah terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya kentang.

Pemupukan menggunakan pupuk organik seperti pupuk andang, kompos, pupuk organik seperti urea/ZA SP-36, KCL, dan pupuk pelengkap cair (PPC). Selain pupuk dapat ditambah unsur mikro dan zat pengatur tumbuh.

Dosis pupuk anorganik tergantung rekomendasi dari dinas pertanian setempat. Namun sebgai rujukan dosis yang baik adalah 200 kg urea, 150 kg ZA, 300 kg SP-36 dan 2 lt PPC. Jika menggunakan pupuk organik dosisnya 20 ton/ha.

5. PENGGUNAAN MULSA

Penggunaan mulsa plastik diprioritaskan bagi jenis tanaman yang berniali ekonomis tinggi. Tiap hektar lahan dibutuhkan lebih kuarng 10 rol mulsa plastik.

Mulsa plastik yang baik warnanya gelap (hitam, coklat), dapat menekan pertumbuhan gulma, sedangkan warna merah dapat mentransmisi sinar inframerah. Di Indonesia , mulsa plastik yang banyak digunkaan petani umumnya berwarna hitam perak,merah perak, keabu-abuan.

Multifungsi mulsa plastik itu sudah duketahui masyarakat tani yang antara lain dapat memantulkan cahaya matahari, sehnmgga mengusir hama tungau dan kutu daun serta thrips, bahkan menekan penyakut virus.

Mulsa palstik dapat menekan pertumbuhan gulma, mencegah penguapan pupuk, erosi, menciptakan kegemburan tanah, menghemat tenaga kerja pengairan, penyiangan dan sebagainya.

Penerapan mulsa plastik meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi tanaman yang dibudidayakan.

6. PANEN
Setelah berumur 3,5 bulan kentang sudah bisa dipanen. Pemanenan kentang bisa menggunakan cangkul atau garpu. Pengambilan umbi kentang harus hati-hati agar umbinya tidak terluka. Pengambilan umbi bisa menggunakan alat pemanenan mekanik (potato digger).


( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )  

Kamis, 17 Januari 2013

9 Jenis Usaha Jasa yang Paling Banyak Dicari di Internet

Bahasan kali ini adalah tentang ide bisnis di bidang jasa, tapi saya khususkan yang online alias di jual lewat internet. Soalnya mah, kalau yang dijual lewat offline dah banyak, seperti jasa rental mobil, jasa fotocopy dan sebagainya.
Dan perlu anda ketahui, tidak semua jasa bisa anda lakukan lewat internet. Contoh jasanya adalah potong rambut. Anda bisa nggak motong rambut konsumen anda lewat internet? Kalau bisa saya daftar, wakakakakakaka…
Tipsnya, kalau anda mau menjalankan peluang usaha jasa online, carilah macam usaha jasa yang populer dan banyak dibutuhkan oleh pencari jasa tersebut. Pokoke yang high demand lah…
Saya akan berikan 9 macam bisnis jasa online yang populer dan banyak dibutuhkan orang. Sembilan jasa online ini saya dapat dari Om Hianoto dan Sukarto lewat BBI-nya, Belajar Bisnis Online.
Silahkan anda cek ki dot dulu…
  1. Desain Grafis
    Meliputi desain logo, banner, website, brosur, packaging produk, website header, dan masih banyak lagi. Contoh desainnya, anda bisa lihat artikel saya tentang info desain murah.
  2. Pembuatan Website
    Meliputi website statis, website dinamis dengan database, website dengan WordPress, Joomla, Drupal, atau dengan Content Management System lainnya.
  3. Coding atau Pemrograman Sofware atau Script
    Meliputi segala macam bentuk software, mulai dari yang sederhana hingga yang sangat kompleks. Banyak orang berpikir bahwa software yang dijual oleh perusahaan dari negeri Paman Sam dibuat orang Amerika juga. Padahal, banyak yang dialihdayakan (outsourcing) ke programmer lokal di Eropa Timur atau India.
  4. Penulisan Artikel
    Semua website membutuhkan content atau isi agar memberikan value atau manfaat bagi visitor. Artikel adalah salah satu konten yang sering dicari. Namun banyak orang tidak bisa atau tidak sempat membuat artikel sendiri sehingga membutuhkan orang yang mampu menulis sesuai dengan permintaan. Lha, ini dulu merupakan salah satu pekerjaan saya sebelum mulai nge-blog sendiri, he..he..he… Biaya penulisan artikel dengan isi 400-600 kata biasanya berkisar antara US$ 6 sampai US$ 20. Seorang penulis artikel profesional bisa menulis 10-15 artikel per hari. Kok bisa bikin artikel bayarannya mahal? Bisa saja, karena website atau blogging bisa menghasilkan uang melimpah! Makanya banyak orang yang berburu artikel kalau nggak sempat nulis sendiri.
  5. Copywriting
    Ini adalah jasa pembuatan sales letter atau penulisan yang bertujuan meyakinkan orang untuk membeli sesuatu. Menjadi copywriter yang handal membutuhkan skill, pembelajaran yang intensif dan jam terbang yang tinggi. Itulah sebabnya seorang copywriter yang bisa menulis tiga halaman sales letter yang bagus dan hanya mengenakan biaya US$ 1,000 dianggap murah. Copywriter top biasa dibayar US$ 20,000 sampai US$ 30,000 per sales letter yang dibuat. Ganas gak tuh gan...
  6. Pembuatan Transkrip
    Pemberi pekerjaan memberikan rekaman audio atau video ke penyedia jasa transkrip yang kemudian akan menghasilkan teks kata demi kata dari rekaman tersebut.
  7. Penerjemahan
    Permintaan terhadap jasa ini sangat tinggi karena saat ini banyak orang ingin membuat website, e-book, artikel, dan sajian informasi lainnya dalam berbagai bahasa. Nggak percaya? Saya contohnya. Inggris saya gagagugu… Jadi saya pakai jasa penerjemahan kalau pas butuh konten bahasa Inggris… :)
  8. Melakukan SEO (Search Engine Optimization)
    Lha, kalau anda menguasai bidang ini, jasa SEO ini sangat dibutuhkan oleh pemilik website untuk meningkatkan peringkat website-nya di search engine. Capaian yang diinginkan biasanya adalah halaman 1 di search engine. Kalau anda memiliki keahlian ini, pasar anda adalah seluruh dunia karena hampir semua pemilik website menginginkan hal ini.
  9. Pengelolaan iklan PPC
    Jasa ini mulai banyak dibutuhkan seiring dengan semakin efektifnya iklan PPC (Pay Per Click) dalam mendatangkan kustomer. Banyak pemilik website tidak mau repot belajar memasang iklan PPC secara efektif dan efisien. Jika memiliki ketrampilan ini, anda bisa mengelola klien perusahaan atau individu dalam penggunaan iklan PPC di Google Adwords, Yahoo Search Marketing atau MSN Ad Center.
Sebetulnya masih banyak lagi jasa yang dibutuhkan orang di internet. Tetapi perlu dilakukan riset lebih jauh di beberapa outsourcing marketplace, yakni perantara pihak penyedia jasa dengan pihak yang membutuhkan jasa. Dari riset tersebut, anda akan bisa melihat tren kebutuhan dari bisnis outsourcing.
Now, tunggu apalagi? Kalau anda punya salah satu skill di atas, nggak ada salahnya anda coba sekarang. Apalagi kalau keahlian di atas adalah hobi anda. Anda senang tho kalau punya hobi yang menghasilkan? Pokoknya tinggal tekan “X” kemudian tekan “angka 3″, Go..Go..Go… (emangnya maen point blank :) ).

( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )  

Minggu, 13 Januari 2013

Panduan Tanam Cabai Menggunakan Pot

Bertanam cabai bisa dilakukan dalam pot sehingga masyarakat kota bisa menikmati buah cabe dan keindahan pohonnya.

Apalagi sangat banyak varietas cabai yang sekaligus dapat sebagai bahan konsumsi dan cabe hias di pekarangan.

Persiapan yang perlu untuk bertanam cabe dalam pot meliputi pemilihan jenis dan ukuran pot, media tanah, bibit cabai dan persemaian.

PEMILIHAN POT

Pot yang digunakan harus mampu mendukung pertumbuhan tanaman dengan baik terutama perakaran.

Pot yang terlalu kecil akan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan tidak mampu berbuah, sedangkan pot yang terlalu besar akan berat apabila dipindahkan.

Sebagai contoh, dapat dipilih pot sebesar separuh dari kaleng bekas cat volume 20 kg atau pot yang mampu menampung sekitar 5 kg tanah.

Pot yang baik adalah yang memenuhi kriteria berikut :

  1. Mampu mendukung perkemabnagan perakaran.

  2. Bagian bawah pot harus berlubang untuk merembeskan air berelebih.

  3. Dasar pot dipilih yang berkaki untuk membantu aerasi dan drainase.

  4. Tidak terlalu berat agar mudah dipindahkan.

  5. Tidak mudah lapuk dan pecah.

  6. Dinding pot harus mampu merembeskan air dan udara keluar agar suhu tanah tetap stabil.
Jenis pot yang dipakai dapat berupa pot tanah liat, pot plastik, pot porselin, pot semen, pot ban bekas, pot kaleng bekas dan pot anyaman bambu.

Beberapa jenis pot ini tidak memiliki sifat pot yang baik sehingga pada siang hari yang panas, suhu pot cepat naik dan tanaman menjadi layu. Karena itu, beberapa jenis pot perlu dilubangi didindingnya.

PENYIRAMAN MEDIA TANAH
Bertanam cabe dalam pot pada dasarnya sama dengan bertanam cabai di lahan pekarangan. Pilihlah tanah yang gembur, berasal dari lapisan atas tanah, dan mampu mnegikat cukup air.

Untuk tanah gembur, perbandingan tanah dngan pupuk organik / kompos adalah 1:1. Tanah liat dicampur dengan tanah pasir dan pupuk kompos dengan komposisi 1:1:1.

Untuk tanah berpasir dicampur dengn tanah liat dan pupuk organik dengan perbandingan 5:2:3. Mengisi tanah di dalam pot bisa dilakukan sebagai berikut :
  1. Tutup lubang pot bagian bawah dengan pecahan genteng.

  2. Isi dasar pot dengan kerikil dan pasir kasar untuk membantu aerasi dan drainase.

  3. Masukkan tanah ke dalam pot dan jangan dipadatkan.

  4. Siram dengan air secukupnya agar tanah menjadi mapan.
PERSEMAIAN
Bibit cabe dapat dipersiapkan sendiri dari buah cabai yang tua dengan membeli dari kios penjual bibit.

Benih disemaikan pada tanah pasir yang telah dicampur pupuk dan ditutup tanah tipis-tipis.

Bibit diperjarang setelah berumur 10 - 12 hari (berdaun dua helai). Bibit cabai siap ditanam dalam pot pada umur sekitar 6 minggu (tinggi 10 - 15 cm).

PENANAMAN
Penanaman cabai dalam pot dapat dilaukan kapan saja dengan memperhatikan kondisi air dan penempatan pot. Tanaman cabai tidak tahan terhadap hujan atau air yang berlebihan krena bunga akan gugur dan tanaman menjadi layu.

Pilih bibit cabai yang tumbuh sehat dan baik. Pindahkan bibit cabe secara hati-hati dengan sedikit tanah di sekitar akarnya dan tanam di bagian tengah pot.

Kemudian tanah sekitar pangkal batang ditekan pelan-pelan agar sedikit padat. Siram tanaman cabai dengan air secukupnya. Pada awal pertumbuhan yang banyak hujan letakkan pot di tempat teduh.

PEMUPUKAN

Sebagai pupuk dasar, gunakan pupuk organik atau kompos sebanyak ½ kg per pot. Pupuk N dan K diberikan sebagai pupuk dsar.

Pupuk N diberikan ½ dosis pada usia tanaman 2-3 minggu si sekeliling tanaman berjarak 5 cm dari batang. Sisa pupuk N diberikan pada umur tanaman 5-6 minggu setelah tanam.

( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )  

Rabu, 09 Januari 2013

Cara Membuat Kartu Nama Bisnis yang Bisa Mendongkrak Penjualan Anda

Kartu nama perusahaan sering dianggap sepele. Karena dianggap sepele, kebanyakan orang asal-asalan membuatnya. Mereka menganggap bahwa membuat kartu nama usaha hanya sebagai sarana agar orang bisa menghubungi kita. Bahasa kerennya adalah dokumentasi referensi.
Padahal kartu nama bisnis ini bisa anda jadikan sebagai alat pemasaran, sarana advertising usaha anda. Dengan kartu nama bisnis, anda bisa membuat seseorang yang menerimanya mengingat anda, kemudian membuatnya termotivasi untuk mau berbisnis dengan anda.
Kartu nama bisnis juga bisa menyampaikan pesan tentang apa yang sekarang anda kerjakan dengan jelas. Ringkasnya, kartu nama bisnis bisa mempengaruhi keputusan pembelian konsumen lah.
Lalu bagaimana caranya membuat kartu nama bisnis yang bisa membuatnya menjadi alat pemasaran yang handal. Baiklah, saya bagikan kepada anda bagaimana cara membuat kartu nama bisnis yang ideal.
  1. Cantumkan nama lengkap, jabatan, perusahaan, alamat, nomor telepon, nomor handphone, email, faksimile atau website.
    Tapi yang perlu anda ingat, tidak semuanya harus anda cantumkan. Karena kalau anda cantumkan semua, otomatis huruf yang anda gunakan akan kecil-kecil. Kartu nama kan kecil, nggak selebar poster. Anda bisa saja ketemu orang kaya yang sudah tua dan matanya rabun, atau calon pembeli yang sedang di hotel remang-remang. Bisa juling nanti yang membacanya.
  2. Tulis kalimat singkat yang bisa menggambarkan bisnis anda plus penawarannya.
    Ingat, plus penawaran menarik-nya. Contohnya seperti ini : “Suplier Kepiting Merah Hidup dan Segar”. Di bawahnya anda bisa tulis penawarannya seperti ini : “Gratis 1 kilo lobster air tawar senilai 100 ribu setiap pembelian 10 kilo kepiting merah telur ukuran apa saja”. Kembali ke poin pertama, sekarang anda tahu kan apa yang dimaksud tidak mencantumkan semua keterangan diatas? Bisa penuh sesak nanti kartu nama bisnis anda. Jadi pikirkan masak-masak, apakah anda benar-benar mau memasukkan nomor faks anda, atau anda mau menghilangkan alamat rumah anda.
  3. Pilihah warna yang menarik, pengaruhnya cukup besar.
    Kartu nama bisnis yang warnanya cuman hitam dan putih tidak nampak menarik. Tapi anda juga harus memperhatikan inti dari tujuan kartu nama bisnis, yaitu informasi yang anda sampaikan dapat dibaca dengan baik. Seperti warna yang kurang terang di atas kertas hitam atau warna pucat di atas kertas apapun sangat sulit untuk dibaca. Selain itu, pilih warna yang sesuai dengan usaha anda. Warna pink jelas tidak cocok jika anda sedang berbisnis udang galah. Cocoknya jika anda membuka toko pernak-pernik buat wanita muda.
  4. Gunakan logo usaha anda.
    Logo bisa membuat kartu nama bisnis anda berbeda dari yang lain. Jika anda belum punya, segeralah membuatnya. Anda bisa gunakan jasa desainer grafis. Kalau cara memilih desain grafis yang handal, anda bisa lihat artikel saya tentang memilih agensi periklanan. Prinsipnya hampir sama. Tips jika anda kebingungan membuat logo, anda bisa menggunakan huruf depan yang dicetak khusus dan berbeda dari huruf yang lain. Tidak perlu rumit dan tentunya tidak mahal. Yang penting kelihatan kalau itu logo usaha anda.
  5. Buat desain kartu nama yang sensasional dibandingkan kartu nama yang lain.
    Bisa dengan ukuran yang lebih besar, lebih tebal atau lebih tinggi. Sehingga kalau ada orang yang mengkoleksi kartu nama, kartu nama bisnis anda akan lebih menonjol dibandingkan yang lain.
  6. Gunakan bagian belakang kartu nama bisnis anda.
    Bagian belakang kartu nama bisnis anda bisa menjadi solusi masalah yang ada pada poin pertama di atas. Jadi kalau bagian depan kartu nama bisnis anda kepenuhan, anda bisa gunakan bagian belakangnya dengan catatan, informasi yang anda tampilkan sifatnya adalah informasi tambahan. Misalkan logo perusahaan anda atau penawaran diskon dan promosi produk atau jasa anda barangkali.
Lumayan banyak kan, tata caranya membuat sebuah kartu nama bisnis yang kelihatannya kecil? Jadi sekarang saatnya anda melihat kembali kartu nama bisnis anda. Apakah kartu nama bisnis anda tersebut sudah mewakili kriteria di atas atau belum. Kalau belum, segera ubah desain kartu nama anda. Ada yang mau berkomentar barangkali?

( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )  

Selasa, 08 Januari 2013

Penjualan Sedang Turun Drastis? Jangan Panik, Ada Solusinya!

Ada kalanya sebuah produk akan menurun, beberapa produk baru yang dulunya super laku kemudian perlahan-lahan mulai sepi peminatnya dan akhirnya, mati! Bagi yang baru ingin memulai bisnis, masalah itu jadi momok yang menakutkan. Wajar saja.
Mereka takut setelah mereka bersabar membangun bisnis dari kecil hingga besar, tiba-tiba produk mereka tidak disentuh oleh konsumen. Padahal anda perlu tahu bahwa hal itu alamiah. Kalau dalam “bahasa marketing” namanya PLC, singkatan dari Product Life Cycle
Setiap produk yang anda buat pasti akan mengalami daur hidup. Di mulai dari perkenalan produk, pertumbuhan produk kematangan produk dan kematian produk. Ok, mari saya jelaskan apa dan bagaimana itu PLC dari kacamata pak Freddy Rangkuti dalam “The Power of Brand”.

1. Fase Perkenalan
Pada fase, ini kondisi usaha anda terhadap produk baru anda masih high cost dan low profit. Tinggi biayanya, baik biaya tetap dan variabel tetapi rendah pendapatannya. Pesaing anda belum banyak, awareness produk anda masih rendah dan permintaannya relatif kecil.
Penyebabnya karena produk anda belum terdistribusi dengan baik. Taktik pemasaran yang tepat kalau kata orang-orang yang pakar di bidang marketing adalah anda mempengaruhi dan mendidik konsumen dengan menggunakan promosi serta pricing yang tepat. Apalagi kalau anda bisa launching produk di momen yang tepat.

2.  Fase Pertumbuhan
Pada fase ini, produk anda sudah diterima oleh pasar. Efeknya, penjualannya meningkat. Tapi di sisi lain, pesaing anda mulai memasuki pasar yang anda bidik tadi. Lalu apa yang harus anda lakukan? Seperti biasa nih, kata dokter-dokter pemasaran, anda harus melakukan expand product line.
Apa itu? Menambah variasi produk, melakukan modifikasi produk untuk memperluas positioning yang berkaitan dengan ukuran baru, packaging atau desain kemasan baru (seperti yang sering dilakukan produk shampoo) serta tambahan formula.
Anda juga bisa melakukan strategi market segmentasi, yaitu menjual produk anda dengan berbagai merek dan tetap melakukan promosi yang kreatif.  Jadi anda bisa membidik banyak pasar, begitu…

3. Fase Dewasa
Ketika produk anda memasuki fase ini, terjadi persaingan yang sangat ketat. Penjualan produk anda cenderung stabil dan biasanya, harganya cenderung turun. Jadi anda harus mulai meningkatkan margin produk anda, tetap melakukan promosi, mencari dan mengurangi saluran distribusi anda yang tidak efisien serta mulai mencari pasar baru.

4. Fase Decline
Pada fase decline, penjualan dan profit anda menurun tajam. Anda hanya akan mendapati beberapa pemain dan pembeli yang sangat selektif. Solusinya adalah anda mendesain ulang produk anda, mengurangi biaya, menunda decline, mengurangi inventori dan saluran distribusi serta membatasi promosi untuk selected market.

Saya akan ambilkan satu contoh strategi meningkatkan product life cycle jika sebuah produk sudah mengalami kejenuhan pasar. Sepeda motor Honda dan Yamaha melakukan launching ulang produknya ke negara lain saat produk mereka sudah mengalami, katakanlah fase decline.
Produk lama di suatu negara jika dipindahkan ke negara lain berarti produk tersebut menjadi baru. Efeknya, produk tersebut akan memulai “fase hidupnya” lagi mulai dari perkenalan hingga decline. Selain itu anda bisa melakukan berbagai promosi agar produk yang sudah mengalami decline tergantikan atau diperpanjang umurnya.
Seperti yang dilakukan HM. Sampurna dengan Dji Sam Soe-nya. Saya terpaksa memberi contoh produk ini. Karena saya setuju dengan pendapat MUI bahwa rokok itu haram. Anda lihat saja, manfaat dengan kerusakannya lebih banyak kerusakannya. Lho, kok malah saya berkhotbah, ha..ha..ha.. Tapi nggak papa, sekali-kali kan boleh… :) 

Kembali ke laptop… Apakah hanya perusahaan besar yang bisa melakukan hal ini? Jawabannya jelas dan tegas, TIDAK! Terlepas dari baik buruknya bisnis tersebut, fenomena tersebut dapat anda ambil pelajarannya kan? Tidak perlu anda ekspansi ke negara lain seperti contoh motor Yamaha dan Honda di atas. Cukup ekspansi ke daerah lain saja.
Jadi sekarang anda jangan takut lagi kalau suatu saat produk anda yang tadinya laris manis kemudian ditinggalkan. Habis manis sepah dibuang, begitu peribahasanya. Sekali lagi saya katakan, hal itu alamiah. So, lakukan selalu inovasi…
Ada tanggapan?

( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )