Selasa, 19 Februari 2013

Usaha Angkringan Sego Kucing Dan Gorengan


Potensi Peluang Usaha Angkringan Sego Kucing Dan Gorengan

Khusaini 43th salah seorang warga desa Jetak RT 04/06 kecamatan Wedung kabupaten Demak sudah 5 tahun ini menekuni usaha pemasok sego/nasi kucing dan gorengan untuk 25 hingga 30 angkringan yang mangkal di wilayah kota Demak, Jepara hingga Kudus. Setiap jam 3 sore di rumahnya yang juga mnjadi dapur untuk memasak nasi kucing dan gorengan telah berkumpul puluhan orang yang tengah menunggu giliran untuk mengambil nasi kucing dan gorengan.
Dicatatnya pula dalam buku, setiap bakul ditulis berapa pengambilan dagangan, nasi kucing berapa bungkus, gorengan berapa biji & sate-satean berapa tusuk. Para bakul ini pun antri dengan tertib yang selanjutnya berangkat ke tempat berjualan mereka masing-masing.
Usaha Sego Kucing
Mengenai modal, beliau menuturkan ”Ya modal mereka hanya kepercayaan berapapun mereka mengambil dagangan saya ya.. saya kasih, maka jika ada yang ingin ikut berjualan kami persilakan yang penting mereka jujur dan jika dagangan habis ya.. uang harus disetor dan silahkan mengambil dagangan lagi”.
Khusaini juga mengatakan bahwa bisnis memasok nasi kucing dan gorengan untuk warung angkringan dilakukannya berawal dari usahanya berjualan buah-buahan di Jakarta yang mengalami kebangkrutan sehingga modal dan tabungannya habis untuk menutup kerugian.
Dalam kemelut ini iapun berjualan sate kerang yang disetorkan ke warung angkringan nasi kucing yang terdapat di desanya. Dari berjualan sate kerang itu ada satu sampai dua bakul warung angkringan yang mencoba memesan nasi kucing. Permintaan itupun ia turuti, awalnya ia hanya membuat 20 hingga 30 bungkus nasi kucing, namun lama kelamaan permintaan selalu naik dari waktu ke waktu.
Selain itu dagangannya pun makin berkembang tak hanya nasi kucing, ia juga membuat gorengan dan juga sate-satean. Permintaan semakin bertambah para pemilik angkringan yang mengambil dagangannya pun terus bertambah sehingga dari mulai 20, 50 hingga 100 bungkus.
Hingga sekarang setiap harinya ia membuat sego kucing hampir 2 ribu bungkus dengan bermacam menu. Diantaranya lauk udang, cumi, teri, sarden, ayam, dadar, telor, chiken , tempe kering, nasi goreng. Sedang untuk gorengannya ada bakwan, tempe goreng, mendoan, tahu goreng dan tahu susur. Untuk sate-sateannya ada sate telor puyuh, sate bakso, sate kerang, sate kikil dan sate udang.
”Untuk menu setiap saat bisa ditambah dan dikurangi tergantung dari permintaan pembeli dan juga kondisi cuaca. Contohnya saat musim hujan tiba penghasilan masyarakat kurang pasokan menu berkurang. Namun saat kondisi ramai atau habis panen maka pasokan menu ditambah lagi ”, tutur Khusaini yang setiap hari mengerjakan pekerjaannya sendiri.
Usaha menjual nasi kucing ini, merupakan ide usaha yang kreatif di tengah-tengah perekonomian yang sedang tidak setabil. Terutama bagi kita yang tinggal di daerah atau kota kecil usaha sego kucing ini bisa dijadikan solusi untuk menambah penghasilan.

No response to “Usaha Angkringan Sego Kucing Dan Gorengan”

Leave a Reply