Rabu, 05 Desember 2012

Jangan Pernah Kesampingkan Peluang Usaha Agrobisnis Jamur Tiram

Sengaja saya ambil headline artikel ini dengan tema diatas karena banyak sekali entrepreneur muda yang jarang  melirik peluang usaha agribisnis. Saya sendiri tidak tahu apa alasannya.
Entah karena nggak keren atau karena kurang gaul, yang jelas, tidak banyak entrepeneur muda yang terjun di bidang agribisnis.
Padahal menurut saya, “kultur dan budaya bisnis di Indonesia” sangat cocok untuk usaha agrobisnis. Tapi baiklah, saya tidak akan mempermasalahkannya terlalu jauh.
Saya akan langsung menuju topik utama kali ini, “Jangan Pernah Remehkan Peluang Usaha Agrobisnis Jamur Tiram”. Saya sangat beruntung karena teman saya yang terjun di usaha ini, ibu Yanti, mau menceritakan kepada saya tentang usaha budidaya jamur tiram ini.
Siapa yang tak kenal dengan jamur tiram. Jamur dengan rasa yang enak seperti daging ini banyak digemari oleh masyarakat. Permintaan pasar yang terus meningkat memberikan angin segar bagi para pembudidaya jamur tiram.
Setahu saya usaha budidaya jamur tiram ini nggak begitu susah. Harga jualnya juga relatif stabil. Pertumbuhannya cukup cepat dengan tingkat kegagalan yang minim, terutama akibat serangan hama.
Kalau saya tidak salah, bibit media tanam (baglog) biasa dibeli dengan harga 2 ribu, bisa anda panen hanya dalam waktu 2 sampai 3 bulan saja. Satu baglog mampu menghasilkan kira-kira sekitar 1 kg jamur tiram putih.
Harga jualnya adalah 10 ribu per kg untuk jamur tiram putih segar dan 40 ribu per kg untuk jamur tiram kering. Pembuatan baglog dan kumbung jamur tiram putih tidak terlalu sulit. Hanya saja ada satu hal yang harus anda perhatikan, yaitu usahakan pembuatan kumbung jamur tiram dibuat di daerah dengan kelembaban yang tinggi dan intensitas matahari yang rendah.
Rak sebagai tempat dimana baglog disusun juga hanya menggunakan bilah-bilah bambu. Anda bisa menggunakan atap yang terbuat dari anyaman bambu (gedek) atau genting untuk kumbung jamur. Yang penting tidak terkena hujan dan matahari langsung. Dan juga, hindari pestisida, kata mbak Oktivia.
Untuk dinding kumbung, sebaiknya anda alasi dengan plastik yang berfungsi sebagai penyejuk ruangan kumbung jamur. Untuk baglognya, anda bisa beli di pasaran dengan kisaran harga 2-3 ribu rupiah.
Akan tetapi apabila anda ingin membuat baglog sendiri guna menekan biaya, proses pembuatannya adalah sebagai berikut:
Bahan yang dibutuhkan :
  1. Bibit media tanam.
  2. 50 kg serbuk gergaji.
  3. 10 kg bekatul (dedak halus).
  4. Satu kg kapur.
  5. 14 kg air.
  6. Polybag.
  7. Cincin, terbuat dari bambu yang dipotong.
  8. Plastik, kapas dan karet penutup.
Langkah pembuatan :
  1. Campurkan bahan berupa serbuk gergaji, bekatul, kapur dan air lalu aduk hingga merata.
  2. Masukkan bahan sebanyak 500 gram dalam polybag lalu dikancing dan tutup dengan plastik dan ikat dengan karet sehingga membentuk seperti lubang tutup botol (baglog).
  3. Sterilisasi media dengan cara steam baglog dalam autoclave bertekanan 1,5-2,5 bar atau 200 derajad celcius selama 2 jam.
  4. Dinginkan baglog dalam ruangan selama 6-10 jam.
  5. Masukkan bibit media tanam dalam lubang baglog lalu ratakan kemudian sumbat dengan kapas dan ikat kembali dengan plastik dan karet.
  6. Simpan baglog dalam ruangan pemutihan sehingga terjadi penyebaran bibit miselium dari bagian atas baglog ke bagian bawahnya sehingga baglog yang awalnya bewarna cokelat berubah menjadi putih. (dalam waktu 3 minggu miselium telah menyebar lebih dari 3/4 baglog dan baglog siap dipindahkan ke rak pertumbuhan).
  7. Simpan baglog dalam rak dengan cara terlentang dan ditumpuk hingga 10 tumpukan.
  8. Seminggu kemudian jamur telah ditumbuhi dengan miselium dan jamur siap tumbuh.
  9. Buka ikatan dan kapas pada cincin sehingga batang jamur dapat tumbuh keluar.
  10. Dalam 1-2 minggu berikutnya jamur sudah matang dan siap dipanen.
Kalau pemasarannya usaha budidaya jamur tiram putih ini gimana? Pertanyaan yang bagus. Yang paling sederhana untuk anda lakukan adalah, beriklan. Supaya anda tidak salah pasang iklan, silahkan baca artikel saya tentang cara pasang iklan yang benar.
Dan kalau anda ingin pasang iklan online, silahkan baca yang satu ini. Sedangkan kalau anda ingin promosi, sebaiknya anda baca dulu tujuan promosi bagian 1 dan tujuan promosi bagian 2. Disitu ada contoh-contoh promosi berikut tujuannya.
Tapi yang perlu pertama kali harus anda perhatikan adalah, sebaiknya anda mencari informasi detail peluang usaha budidaya jamur tiram terlebih dahulu. Setelah itu, anda bisa melakukan riset pemasaran untuk mengetahui potensi bisnis jamur tiram putih ini.
Nah, untuk simulasi analisa biaya dan keuntungannya peluang usaha agribisnis jamur tiram putih, bisa anda lihat di bawah ini :
Investasi awal :
Pembuatan kumbung dan rak bambu : Rp 2.000.000,00
Autoclave : Rp 7.500.000,00
Sewa lahan 3 tahun : Rp 6.000.000,00
Perlengkapan Budidaya : Rp. 6.000.000,00
Total investasi awal : Rp 21.500.000,00
Bahan baku :
Bibit : Rp. 700 .000,00
Serbuk gegaji, bekatul, kapur : Rp 800.000,00
Polybag, plastik, karet, kapas : Rp 2.500.000,00
Total biaya bahan baku : Rp 4.000.000,00
Biaya operasional :
Gaji karyawan 6 orang : Rp 4.500.000,00
Honor karyawan borongan 15 orang @Rp. 20.000,00 : Rp. 3.000.000,00
Listrik, air, telepon : Rp. 500.000,00
Transportasi : Rp. 300.000,00
Total biaya operasional : Rp 8.300.000,00
Biaya pemasaran :
Iklan : Rp. 400.000,00
Komisi sales (5% dari omset) : Rp. 1.000.000,00
Total biaya pemasaran : Rp. 1.400.000,00
Omset :
Penjualan jamur tiram segar : Rp. 20.000.000,00
Keuntungan bersih :
Rp. 20.000.000,00 – (Rp. 4.000.000,00 + Rp. 8.300.000,00 + Rp. 1.400.000,00) = Rp. 6.300.000,00

Mantab kan? Kalau anda tertarik terjun di usaha agrobisnis budidaya jamur tiram putih ini, nggak usah malu-malu. Biar saja anda dibilang tangan petani atau tangan kera karena tangan anda besar-besar dan kotor habis panen jamur tiram.
Yang penting anda bisa beli susu buat anak anda, syukur-syukur bisa beli mobil kijang kapsul seri terbaru untuk istri anda, insya Allah…



( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber ) 
 

Satu Lagi Usaha yang Berprospek, Bisnis Tiket Pesawat

Banyak teman banyak rejeki. Anda  setuju dengan peribahasa tersebut? Kalau anda tidak setuju, minimal banyak koneksi lah, he..he..he.. Masalahnya begini, kebetulan saya punya beberapa teman yang paham masalah bisnis tiket pesawat.
Ada yang memang jadi pengusaha online ticketing, ada yang dulunya jadi orang yang dipercaya untuk mengelola bisnis tiket pesawat yang omsetnya sudah milyaran. Itulah yang saya maksud banyak teman banyak rejeki.
Rejekinya saya jadi tahu bagaimana usaha ticketing online, dan rejeki buat anda, anda bisa membaca artikel saya tentang bisnis ticketing onilne ini… :)
Seperti biasa, strike to the point… Dalam membuat usaha tiket pesawat ini, anda harus  memiliki 2 syarat penting yang harus terpenuhi. Pertama,  usaha anda harus berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Kedua, anda harus mempunyai sertifikat keanggotaan ASITA (Asosiasi Pariwisata Indonesia).
Kalau anda sudah memenuhi 2 syarat tersebut, maka “status” anda sebagai agen maskapai pesawat terbang sudah di a..ce..ce… Anda sudah bisa berjualan tiket pesawat.
Nah biasanya, anda bisa menjual tiket dari seluruh maskapai. Setelah itu pihak maskapai akan memberikan 2 jenis tiket yang bisa dijual, yaitu tiket fisik dan ticket non fisik atau yang biasa disebut e-ticket.
Untuk e-ticket, sebagai pihak agen anda harus melakukan deposit minimal 5 juta. Deposit tersebut langsung dikurangi dengan nominal pembelian tiket yang dilakukan.
Kalau pembelian tiket fisik, jaminan yang harus diberikan sebesar 500 ribu per tiket. Minimal pembeliannya 10 tiket dengan catatan, jaminan tersebut bisa anda ambil kembali dengan cara mengembalikan tiket fisik yang sudah anda ambil.
Untuk masalah manajemen, terkait dengan jumlah karyawan yang ideal untuk awal jika anda membuka usaha ini adalah 3 orang. Dua orang ditempatkan untuk reservasi dan 1 orang untuk operasional usaha. Reservasi bertugas untuk meng-”handel” calon pembeli.
Bagian operasional ditugaskan melakukan berbagai tugas operasional keagenan seperti mengantar tiket ke pembeli, membeli tiket fisik ke maskapai atau mengantar setoran ke maskapai.
Yang perlu diperhatikan adalah anda harus membekali pegawai anda mengenai masalah connecting. Anda tahu apa itu connecting? Connecting adalah informasi yang berkaitan dengan jadwal penerbangan, maskapai yang digunakan, waktu keberangkatan dan sebagainya.
Jangan lupa, anda juga harus menyiapkan pirantinya. Instalasi internet (server, modem dsb), 2 unit komputer, software gratis yang diberikan maskapai (kecuali garuda), 1 unit printer dot matriks, serta peralatan kantor pada umumnya seperti meja dan kursi. Kipas angin kalau anda perlu boleh juga ditambahkan… :)
“Kalau masalah pemasaran-nya gimana bang?” Gud kuestion…kata teman saya nih, strategi pemasaran yang paling efektif yang bisa anda gunakan adalah menggunakan iklan, khususnya di yellow pages. Iklan ini cakupannya sangat luas. Biayanya berkisar 900 ribu sampai 1,4 juta dengan ukuran kolom 10 x 10 cm.  Nggak mahal kan?
Selain itu anda juga bisa menyebarkan brosur ke daerah yang potensial semisal daerah yang . Untuk menambah daya tarik calon konsumen, sistem diskon bisa digunakan. Tapi jangan besar-besar ya. Cukup 2-3% saja.
Soalnya rata-rata agen hanya mendapat keuntungan 7% dari harga dasar. Sedangkan harga tiket pesawat tersebut terdiri dari harga dasar + asuransi + ppn + surcharge (biaya bbm yang dibebankan penumpang). Tapi jangan pernah meremehkan keuntungan-nya lho, walaupun terlihat kecil.
Oh ya… anda harus ingat baik-baik siklus ini. Biasanya bulan Januari – April adalah masa sepi. Bulan Mei – Desember adalah masa ramai. Pada masa ramai, anda jangan memasang tiket yang harganya murah. Tapi diberikan harga tengah atau harga mahal.
Karena pihak maskapai selalu mempunyai 10 – 13 jenis harga. Mulai dari paling murah sampai yang paling mahal. Pada  waktu masa sepi, semua harga dibuka. Sedangkan pada masa ramai, harga yang dibuka adalah harga tengah hingga mahal.
Lalu, apa yang membuat membuat harga tiket bisa mahal atau murah. Sekali lagi, gud kuestion… Yang bisa membuat harga tiket mahal atau murah adalah masa berlakunya tiket.
Untuk harga yang paling murah, apabila ada konsumen yang membeli tiket untuk besok, maka besok konsumen tersebut harus berangkat. Sedangkan untuk harga-harga yang lain, si konsumen bisa menggeser jam maupun tanggal keberangkatannya.
Terakhir, untuk penerbangan domestik, Garuda dengan Lion mempunyai kelas bisnis. Selain itu semua maskapai kelas hanya menjual kelas ekonomi untuk semua penerbangan domestik.
Simulasi Keuntungan 1 Bulan
Pemasukan
Penjualan Tiket : Rp. 1.000.000.000,00
Pengeluaran
Pembelian Tiket : Rp. 993.000.000,00
Gaji 3 Orang Pegawai @. Rp. 700.000,00 : Rp. 2.100.000,00
Listrik & Air : Rp. 200.000,00
Telepon : Rp. 300.000,00
Administrasi : Rp. 100.000,00
Internet : Rp. 150.000,00
Operasional : Rp. 100.000,00
Promosi : Rp. 500.000,00
Total : Rp. 996.450.000,00
Laba Bersih
Rp. 1.000.000.000,00 – Rp. 996.450.000,00 = Rp. 3.550.000,00



( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber ) 
 

Senin, 03 Desember 2012

Mau Bisnis Makanan yang Murah? Ambil Saja Peluang Usaha Mie Ayam

Menindaklanjuti email dari salah satu pembaca Agromarketindo yang meminta saya untuk mengulas usaha kuliner mie ayam, maka kali ini saya akan membahas peluang bisnis mie ayam tersebut.
Seperti biasa, langsung saja kita mulai. Kalau anda terjun di usaha mie ayam ini, ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mendsitribusikannya.
Anda bisa menggunakan gerobak dorong, menempati kios sederhana, menyewa ruko dan membuka cabang, sampai anda membuka restaurant dan me-waralaba-kannya seperti Bakso Malang Cak Eko, tetapi tentunya secara syar’ie.
Hanya saja yang saya bahas kali ini usaha mie ayam yang distribusinya dengan menggunakan cara jemput bola, alias menggunakan gerobak. Akan tetapi bukan maksud saya menyuruh anda yang berkeliling menjajakan mie ayam anda.
Tapi anda mempunyai pegawai terampil yang menjalankannya. Kemudian gunakan faktor kali, yaitu menambah aset bisnis anda dengan gerobak yang banyak. Tapi kalau anda mau berkeliling juga tidak apa-apa. Siapa tahu anda sedang menjalankan program diet.
Ok, saya akan ambil contoh mas Rahmat. Mas Rahmat adalah penjual mie ayam keliling yang sering lewat di depan di kantor saya. Ia sudah menjalankan bisnisnya kurang lebih selama 3 tahun. Jadi cukup capable-lah buat saya jadikan sampel.
Kita mulai dari perlengkapannya. Perlengkapan usaha mie ayam cukup mudah untuk anda temukan. Ada gerobak, peralatan masak seperti kompor, tabung gas, panci, dan saringan mie, peralatan makan seperti mangkuk, sendok, garpu, dan gelas, serta tempat atau wadah untuk saos, kecap, sambal, dan tissue. Jangan lupa beberapa botol untuk bumbu cair dan air bawang.
Nah, berhubung anda menggunakan sistem jemput bola, maka taktik pemasarannya cukup menggunakan program promosi. Bisa di awal anda memulai bisnis makanan ini, bisa juga di saat penjualan anda baru sepi. Lebih detail tentang bagaimana program promosinya bisa anda baca artikel saya tentang tujuan promosi dan jenis promosi.
Kemudian beberapa hal yang harus anda perhatikan perihal usaha ini adalah pertama, anda lebih baik membeli mie yang siap masak daripada membuat mie sendiri. Karena disamping lebih praktis, biaya membuatnya juga tidak jauh beda.
Kedua, walaupun anda menggunakan sistem jemput bola, tetap perhatikan kebersihan gerobak dan peralatan anda. Perhatikan juga kenyamanan konsumen anda. Masih ingat artikel saya tentang 3 masalah pemasaran kan? Itulah pentingnya anda paham masalah pemasaran. Intinya adalah, usahakan mangkuk, baki, gelas hingga sumpit anda bersih. Dan ingat, jangan biarkan konsumen anda terlalu lama menunggu.
Nah sekarang sebagai gambaran, dalam sehari mas Rahmat bisa menjual antara 35 – 40 porsi, dengan beberapa tambahan lauk dan minumannya. Omset tiap harinya berkisar antara 130 ribu – 150 ribu rupiah. Keuntungan bersihnya kira-kira 50 ribu rupah per hari.
Ia menghabiskan dagangan mie ayamnya hanya selama 6 jam, mulai pukul 2 siang hingga pukul 8 malam maksimal. Lumayan kan? Itu baru 1 gerobak. Bagaimana kalau anda punya 3-5 gerobak. Tinggal kalikan saja… :) Mari kita lihat analisis atau simulasi usaha mie ayamnya untuk 1 bulan.
Perkiraan Masa Pakai
  • Gerobak : 5 tahun
  • Peralatan masak: 3 tahun
  • Peralatan makan : 2 tahun
  • Perlengkapan lain-lain : 1 tahun.
Biaya Investasi
Gerobak : Rp 3.000.000,00
Peralatan masak : Rp 1.500.000,00
Peralatan makan : Rp 1.000.000,00
Perlengkapan lain-lain : Rp 500.000,00
Total investasi : Rp 6.000.000,00
Pemasukan
Penjualan mie ayam : 30 porsi x Rp 5.000,00 x 30 hari = Rp 4.500.000,00
Penjualan minuman : 30 x Rp. 1.500,00 x 30 hari = Rp. 1.350.000,00
Total Pemasukan : Rp. 4.500.000,00 + Rp. 1.350.000,00 = Rp. 5.850.000,00
Pengeluaran
Biaya Tetap
Gaji penjual mie ayam : Rp. 1.000.000,00
Penyusutan gerobak : (1/60 x Rp 3.000.000,00) = Rp. 50.000,00
Penyusutan peralatan masak : (1/36 x Rp 1.500.000,00) = Rp. 42.000,00
Penyusutan peralatan makan : (1/24 x Rp 1.000.000,00) = Rp. 42.000,00
Penyusutan perlengkapan lain-lain : (1/12 x Rp 500.000,00) Rp. 42.000,00
Total biaya tetap : Rp 1.176.000,00
Biaya Variabel
Mie : 3 kg x Rp. 10.000,00 x 30 hari = Rp. 900.000,00
Ayam : 1 ekor x Rp. 25.000 x 30 hari = Rp. 750.000,00
Sawi dan bumbu : Rp. 10.000,00 x 30 hari = Rp. 300.000,00
Kecap : Rp. 8.000,00 x 10 kali = Rp. 80.000,00
Saos : Rp. 8.000,00 x 10 kali = Rp. 80.000,00
Gas : Rp 16.000,00 x 10 kali) = Rp. 160.000,00
Total biaya variabel : Rp. 2.270.000,00
Total biaya operasional : Rp. 1.176.000,00 + Rp. 2.270.000,00 = Rp. 3.446.000,00
Keuntungan
Rp. 5.850.000,00 – Rp. 3.446.000,00 = Rp. 2.404.000,00
Revenue Cost Ratio (R/C)
Total
penerimaan : total biaya operasional
Rp. 5.850.000,00 : Rp. 3.446.000,00 = 1,70
Pay Back Period
(Total biaya investasi : keuntungan) x 1 bulan
(Rp. 6.000.000,00 : Rp. 2.404.000,00) x 1 bulan = 2,5 bulan
Kira-kira sekarang anda sudah ada tambahan wawasan baru tentang bisnis kuliner kan?




( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber ) 

Peluang Bisnis Pernak Pernik Wanita

Salah satu segmentasi pasar yang mempunyai prospek yang bagus untuk anda bidik adalah wanita. Survei membuktikan bahwa jumlah wanita lebih banyak daripada pria.
Mereka sangat menyukai pernak-pernik atau aksesoris yang bisa membuat mereka terlihat cantik. Tidak peduli apakah target pasar anda anak-anak, remaja atau wanita dewasa, mereka tetap pemburu asesoris dan pernak pernik.
Dan salah satu aksesoris atau pernak-pernik yang menjadi incaran para “woman” tersebut adalah tas tangan. Biasanya dipakai untuk acara pertemuan atau acara pernikahan. Model dan jenis bahannya bermacam-macam, mulai dari kulit binatang sampai batok kelapa. Berhubung jenis tas tangan itu puluhan bahkan ratusan, kali ini yang akan saya “lontarkan” adalah tas mote.
Tas mote ini mempunyai ciri khusus, yaitu ujung-ujungnya berjumbai dan beruntaian mote. Saya tahunya dari temannya teman saya (ruwet ya…). Beliau adalah seorang pengusaha tas mote. Namanya Taufik Nur Hidayat, bukan pebulu tangkis, berasal dari daerah Polanharjo Klaten.
Bahan baku utama yang diperlukan di usaha ini adalah kain, mote, dan fayet. Semua bahan ini sekarang bisa diperoleh di dalam negeri. Sengaja saya sebutkan karena dulu mote yang ada di Indonesia berasal dari negara Taiwan. Beberapa tahun yang lalu berdiri pabrik yang memproduksi mote di Tangerang. Ok, balik lagi ke topik kita kali ini.
Harga kain setiap yar-nya adalah 4.500 rupiah. Dengan ukuran segitu, anda bisa memproduksi tas mote sebanyak 2 buah. Kalau motenya bisa anda beli dengan harga 8 ribu rupiah per pon. Bisa anda gunakan untuk memproduksi tas sebanyak 2 buah. Fayetnya mempunyai harga lebih tinggi dibandingkan dengan bahan yang lainnya. Harganya 21 ribu rupiah per pon, bisa untuk memproduksi tas sebanyak 10 buah.
Nah, kalau anda tertarik menjalankan bisnis ini, ada beberapa tips dari mas Taufik seputar tenaga kerja. Tipsnya adalah anda bisa bekerjasama dengan masyarakat sekitar anda dengan upah yang bervariatif. Upahnya berkisar antara 3 ribu rupiah sampai 8 ribu rupiah per tas.
Selain bekerjasama dengan masyarakat sekitar anda harus mempekerjakan 4 orang yang bertugas sebagai tukang lem. Tapi ingat, anda harus selektif dalam memilihnya. Anda bisa baca artikel saya tentang cara memilih karyawan.
Gaji mereka rata-rata digaji 20 ribu rupiah per orang per hari. Tapi ini hanya sebagai patokan saja. Jadi anda harus melihat rata-rata gaji buruh di daerah anda.
Sebagai gambaran saja, mas Taufik bisa menghasilkan paling sedikit seribu buah tas mote sebulan. Harga jual yang dia kenakan kepada pembeli partai adalah 6ribu rupiah sampai 25 ribu rupiah. Omset terendah yang dia peroleh adalah 50 juta rupiah dan tertinggi 100 juta rupiah.
Unutk masalah kendala, ada 2 hal yang perlu anda perhatikan. Pertama, apabila ada lonjakan permintaan, biasanya terjadi kekurangan tenaga kerja untuk menyelesaikan pesanan. Biasanya terjadi di waktu mendekati hari raya.
Kedua, kendalanya adalah persaingan yang ketat. Dan ini yang terberat karena berkaitan dengan penentuan harga jual produk dan keuntungan yang bisa anda dapat. Dulu mas Taufik biasa mengambil keuntungan antara 25% sampai 30%. Sekarang, untung yang bias diambil antara 10%-15%”.
Simulasi Keuntungan Usaha
Pemasukan
Penjualan Tas Mote : 1000 tas x Rp. 25.000,00 = Rp. 25.000.000,00
Pengeluaran
Kain : 500 yar x Rp. 4.500,00 = Rp. 2.250.000,00
Mote : 500 pon x Rp. 8.000,00 = Rp. 4.000.000,00
Fayet : 100 pon x Rp.21.000,00 = Rp. 2.100.000,00
Pengerjaan tas : 1.000 tas x Rp. 8.000,00 = Rp. 8.000.000,00
Pengerjaan Pengeleman : 4 orang x Rp. 600.000,00 = Rp. 2.400.000,00
Total Pengeluaran : Rp. 20.750.000,00
Keuntungan
Rp. 25.000.000,00 – Rp. 20.750.000,00 = Rp. 4.250.000,00



( Sumber: Dikelolah dari berbagai Sumber )